Mengawali perdagangan Senin (2/5/2011), harga emas sempat mencetak rekor tertingginya di US$ 1.575,79 per ounce sebelum akhirnya ditutup turun 0,4% ke level US$ 1.558,09 per ounce. Harga emas berjangka ditutup naik 70 sen ke level US$ 1.557,10.
"Orang-orang mulai keluar dari emas dan kembali ke pasar saham karena berita itu (tewasnya Osama) bisa mengurangi risiko efek pada lingkungan geopolitik," ujar Steven Faber, analis dari Haber Trilix Advisors seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat aksi jual dari hedge fund dan para pembeli terbaru menempatkan aksi henti-jual karena kabar bin Laden, berpikir risiko premium mungkin beralih," ujar George Gero, vice president RBC Capital Market.
Sementara harga minyak mentah dunia juga sempat melonjak ke titik tertingginya sebelum akhirnya ditutup turun. Minyak Brent sempat melonjak ke US$ 126,54 per barel, sebelum akhirnya ditutup turun 77 sen menjadi US$ 125,12 per barel. Harga minyak Brent tertinggi dicapai pada 11 April ketika menembus US$ 127,02 per barel.
Untuk minyak light sweet sempat menyentuh rekor tertingginya di US$ 114,83 per barel, sebelum akhirnya ditutup turun 41 sen ke level US$ 113,52 per barel.
Pudarnya respons atas tewasnya Osama juga menerpa dolar AS yang kemarin sempat menguat. Dolar AS tercatat akhirnya melemah atas euro. Pada perdagangan Senin kemarin, euro menguat ke level US$ 1,4902 dolar, sebelum akhirnya surut ke 1,4874 dolar, naik dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 1,4808 dolar.
(qom/qom)











































