"Jepang masih negara tujuan utama ekspor non-migas," kata Menteri Perdagagan Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers soal kinerja ekspor nonmigas triwulan I-2011 di kantornya, Jl Ridwan Rais, Selasa (3/5/2011).
Menurut Mari ekspor non-migas Indonesia ke Jepang sebesar 11,8% dari total ekspor Indonesia. Pada triwulan I -2011 ekspor non-migas Indonesia ke Jepang mencapai US$ 4,38 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amerika kembali menjadi nomer dua. Dulu-dulu RRT (China), sekarang jadi nomor 3 walaupun angkanya beda-beda dikit," katanya.
Salah satu contoh produk Indonesia yang mengalami kinerja kinclong di pasar Jepang adalah tekstil dan produk tekstil (TPT). Ekspor TPT ke Jepang dengan pemanfaatan IJEPA (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement) meningkat 19,9% dari US$ 57,78 juta pada Februari 2011 menjadi US$ 69,29 juta pada Maret 2011.
Sementara itu, ekspor produk kayu olahan dan alas kaki ke Jepang turun cukup tajam. Alas kaki turun dari US$ 17,74 juta pada Februari menjadi US$ 12,52 juta pada Maret 2011. Sementara produk kayu olahan dari US$ 38,43 juta menjadi US$ 26,53 juta. "Dari IJEPA, TPT meningkat," pungkasnya.
Data BPS menunjukan ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang pada Maret 2011 mencapai angka terbesar yaitu US$1,53 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,41 miliar dan Cina US$1,30 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,86%. Sementara ekspor ke Uni Eropa yang mencakup 27 negara sebesar US$1,69 miliar.
Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2011 mencapai US$ 45,31 miliar atau meningkat 27,51% dibanding periode yang sama tahun 2010, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 37,12 miliar atau meningkat 28,66%
(ade/hen)










































