35 Warga Sumbawa Barat Mogok Makan di Tambang Newmont

35 Warga Sumbawa Barat Mogok Makan di Tambang Newmont

Kusmayadi - detikFinance
Rabu, 04 Mei 2011 11:12 WIB
35 Warga Sumbawa Barat Mogok Makan di Tambang Newmont
Sumbawa - Sebanyak 35 orang warga Sumbawa Barat yang bermukim di daerah lingkar tambang PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) menggelar aksi mogok makan. Aksi tersebut bertempat di area tambang Newmont, Benete, Kecamatan Maluk.

Aksi mogok makan sudah dilakukan sejak Rabu (4/5/2011) pukul 02.00 WITA dini hari. Hingga pukul 11.00 WITA, tiga orang pingsan dan dilarikan ke tiga pusat kesehatan dekat area tambang. Satu warga harus dirujuk ke puskesmas di Taliwang, ibukota Kabupaten Sumbawa Barat.

Aksi terpusat di area parkir bekas kantor community develovment PTNNT, bersebelahan dengan area pelabuhan khusus pengapalan konsentrat PTNNT, di Teluk Benete.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tadinya aksi mogok makan akan dilakukan sembari memblokir pintu utama ke area tambang. Namun aparat Brimob Polda NTB yang mengawal aksi lengkap dengan senjata laras panjang, melarang aksi pemblokiran itu.

Akibatnya massa aksi dilokalisir di area parkir yang dikelilingi pagar kawat setinggi dua meter. Tiga mobil ambulance bersiaga di lokasi aksi, mengantisipasi hal terburuk.

Massa menutup mulut dan hidung dengan masker dan plester. Mereka terlihat duduk berjejer dan bersandar di pagar besi area parkir. Mereka lebih banyak diam. Aksi dilakukan di bawah terpaan terik matahari.

Koordinator aksi massa ini, Syihabuddin, mengatakan mereka bertekad mogok makan selama tiga hari ke depan. Mereka mengaku perwakilan masyarakat Sumbawa Barat yang menuntut 7% saham divestasi Newmont diserahkan ke daerah.

''Kami juga menuntut Newmont mematuhi Perda Sumbawa Barat No 1/2010,'' kata Syihab kepada detikcom.

Perda No 1/2010 itu tentang komisi kegiatan pertambangan, yang memungkinkan Pemda Sumbawa Barat memungut komisi pertambangan pada Newmont setidaknya Rp 250 miliar setahun.

Terlihat aktivitas di area pertambangan Newmont berjalan lancar. Kendaraan tambang yang mengangkut karyawan ke area tambang terlihat normal.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads