"Kita sama-sama berpandangan bahwa penting untuk selesaikan putaran Doha, karena kita melihat ini kalau itu tidak diselesaikan, kerugiannya sangat besar dan kita tidak boleh underestimate atas kerugian yang kita alami," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.
Hal itu disampaikan Mari saat menjelaskan tentang pertemuan "The 1st ASEAN-UE Business Summit" di area KTT ke-18 ASEAN di Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (5/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, negara tidak akan punya kekuatan untuk keluar dari keadaan krisis yang kemungkinan terjadi di masa mendatang. Menurut Mari, terintegrasinya Eropa dengan world ekonomi telah menyelamatkan kawasan tersebut dari krisis.
"Kita juga sama sebetulnya engine of growth bagi kita adalah pedagangan investasi. Karena the rest of the world tetap 45 persen dari perdagangan kita, jadi ini (Putaran Doha) tetap jadi penting," lanjut Mari.
Ketiga, kalau WTO sebagai basis dalam kondisi lemah, maka kesepakatan-kesepakatan dagang dalam skala bilateral juga akan kurang maksimal. Negosiasi-negosiasi yang dihasilkan dalam forum bilateral akan menjadi tidak menguntungkan.
"Apa yang bisa dilakukan? Kita masih-masing anggota WTO, masing-masing ada di G20, kita masing-masing ada di berbagai forum. Nah, di sini ASEAN sendiri, para kepala negara kita harapakan keluarkan dukungan yang kuat untuk penyelesaian Putaran Doha pada Summit ini atau forum yang lain," tandas Mari.
(irw/qom)











































