Pada perdagangan Kamis (5/5/2011), harga perak di pasar spot merosot lebih dari 11% menjadi US$ 34,58 per ounce. Harga perak tercatat sudah merosot hingga 30% dalam sepanjang pekan ini.
Kejatuhan harga perak itu langsung diikuti oleh merosotnya harga emas sebesar 3,2% menjadi US$ 1.4671,69 per ounce, yang merupakan terendah sejak medio April. Emas berjangka COMEX juga turun 33,90 dolar menjadi US$ 1.481,40 per ounce.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan menjadi periode yang panjang sebelum perak bisa menemukan dasarnya untuk kemudian naik lagi," ujar Dennis Gartman, publisher dari Gartmen Letter seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/5/2011).
"Ketika Anda memiliki kerusakan semacam ini, maka butuh beberapa pekan atau bahkan beberapa bulan agar bisa membawa orang-orang keluar dan juga untuk membangun kembali keyakinan. Ini bukan akhir dari siklus komoditas, bukan pula penutupan," imbuh Gartman.
Harga emas dan perak juga merosot menyusul penguatan dolar AS. Seperti diketahui, euro langsung merosot setelah Bank Sentral Eropa memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di level 1,25%.
Euro diperdagangkan di level US$ 1,4614 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4854 dolar. Namun dolar AS melemah atas yen ke posisi 80,12 yen, dibandingkan sebelumnya di level 80,51 yen.
Menguatnya dolar AS juga telah menyebabkan merosotnya harga minyak mentah dunia. Pada perdagangan Kamis (5/5/2011), minyak West Texas Intermediate light sweet pengiriman Juni merosot hingga 9,44 dolar atau 8,6% menjadi US$ 99,80 per barel. Ini adalah penurunan terbesar kedua dalam sejarah. Minyak Brent pengiriman Juni juga merosot hingga 10,39 dolar menjadi US$ 110,80 per barel. Harga bahkan sempat menyentuh US$ 109,02 per barel.
"Aksi jual baru-baru ini bukan spesifik komoditas. Ini adalah pengurangan risiko di seluruh pasar sehubungan dengan berita ekonomi AS seperti PMI dan klaim awal pengangguran. Ini hanya proses penurunan secara temporer, bukan akhir dari siklus kenaikan," ujar Hakan Kaya, manajer portofolio dari Neuberger Berman.
Seperti diketahui, data terbaru menunjukkan proses pemulihan ekonomi AS masih berjalan alot. Klaim baru untuk keuntungan asuransi pengangguran AS mencapai 474.000 pada pekan yang berakhir pada 30 April, yang menunjukkan kenaikan hingga 10% dibandingkan pekan sebelumnya.
(qom/qom)











































