ASEAN Harus Kompak Bentuk Ketahanan Pangan

ASEAN Harus Kompak Bentuk Ketahanan Pangan

- detikFinance
Minggu, 08 Mei 2011 12:55 WIB
ASEAN Harus Kompak Bentuk Ketahanan Pangan
Jakarta - Percepatan ketahanan pangan dan energi di kawasan ASEAN harus didukung oleh integrasi logistik dan infrastruktur. Ini penting agar Indonesia tidak merugi akibat wacana yang dilontarkannya sendiri.

"Integrasi logistik menjadi penting. Ini PR Indonesia dan kabinet harus fokus dulu, infrastruktur banyak yang belum terhubung," jelas Ekonom Universitas Indonesia Chatib Basri dalam perbincangan dengan detikFinance, Minggu (8/5/2011).

Dengan wacana percepatan integrasi ketahahan pangan di kawasan ASEAN, sementara integrasi logistik nasional belum tertata dengan baik, maka Indonesia justru dirugikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Logistik dari Sumatera bisa tertarik ke Singapura dan Malaysia, karena di sana infrastruktur sudah terhubung. Jika ingin kirim kapal, pelabuhannya belum siap. Mengangkut dengan mobil, infrastruktur jalan nggak ada," tambahnya.

Menurut Chatib integrasi dalam mewujudkan ketahanan pangan penting, karena dalam beberapa tahun mendatang harga pangan dan energi terus merangkak naik dan tidak dapat terbendung lagi.

"Permintaan akan pangan dan energi akan naik, seiring dengan populasi dunia yang meningkat. Dampaknya kepada orang miskin. Dimana, ASEAN masih banyak orang miskin, dan kita nggak bisa bikin beras murah lagi. Kita bisa menyarankan ini (integrasi ketahanan pangan) ke negara-negara ASEAN. Harga energi juga tidak bisa dijaga pada level Rp 4.500 (BBM), tapi untuk rakyat miskin bisa dengan perubahan pola subsidi dari barang (objek) ke orang (subjek)," jelas Chatib.

Sebelumnya, Presiden SBY memang berujar bahwa negara-negara Asia Tenggara perlunya mempercepat integrasi ketahahan pangan di kawasan ASEAN. SBY beralasan, dunia tengah menghadapi harga pangan dan energi yang sangat fluktuatif dengan kecenderungan terus meningkat. Karena itu negara-negara di ASEAN harus melakukan kerjasama yang nyata dan efektif untuk menjamin ketersediaan pangan rakyat.

"Salah satu langkah cepat yang harus kita ambil adalah pelaksanaan ASEAN Integrated Food Security Framework secara komprehensif, utamanya dalam penelitian dan pengembangan, serta investasi dalam bidang pangan," ujar SBY kemarin, dalam pembukaan KTT ke-18 ASEAN di Jakarta Convention Center.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads