RI Klaim Paling Transparan Soal Perdagangan di ASEAN

RI Klaim Paling Transparan Soal Perdagangan di ASEAN

- detikFinance
Minggu, 08 Mei 2011 16:16 WIB
Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan Indonesia menjadi negara teratas dalam hal transparansi dalam penghapusan hambatan non tarif dalam kaitan mewujudkan ASEAN Economic Community (AEC). Komitmen politik masing-masing negara di Asia Tenggara menjadi kunci keberhasilan AEC yang ditargetkan terlaksana di tahun 2015.

Hal ini disampaikan Mari di sela-sela KTT ASEAN ke-18, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (8/5/2011).

"Nah Indonesia yang paling bagus score-nya dalam hal ini, paling lengkap. Karena kita terbantu karena kita sudah mempunyai National Single Window (NSW). Disitu kita taruh, semua orang ekspor atau impor barang itu harus tahu peraturan persisnya seperti apa. Nah disitu masuknya dalam national single window," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, hambatan non tarif dari masing-masing negara telah jauh berkurang dibandingkan periode lalu. Ini terjadi karena sudah ada kesepakatan bersama antara 10 negara anggota ASEAN. Penyelarasan hambatan non tarif bisa terlaksana dengan transparansi menjadi kuncinya.

"Sudah dari awal kita menyusun economy community ini. Kita harus mulai dengan transparansi dulu. Transparansi itu apa artinya, kita harus menjelaskasn non tarif measure bahwa masing-masing negara mempunyai peraturan non tarif, itu sah sah saja. Asal dia (negara) memang ada alasan yang jelas," ujarnya.

Mari mencontohkan, Indonesia yang memiliki kebijakan labeling requierment. Kebijakan ini muncul untuk perlindungan konsuemen. "Intinya, ada data base yang bisa diakses dimana kita (negara) masing-masing harus menjabarkan dan menjelaskan peraturan yang non tarif," tambahnya.

Dalam mewujudkan AEC, lanjut Mari, juga dibutuhkan komitmen politik masing-masing negara di kawasan. "Di dalam situ ada penegasan, agar kita semua mempunyai komitemen politik untuk benar-benar menjalankan. Saya rasa semuanya berpendapat agar ini benar-banar menjadi program termasuk infrastruktur fund di level Menkeu (Menteri Keuangan) bisa didorong untuk meningkatkan pertumbuhan di berbagai negara ASEAN dan juga mengurangi disparitas," katanya.

(wep/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads