Komut Merpati: Jangan Terlalu Cepat Menarik Kesimpulan

Insiden Merpati

Komut Merpati: Jangan Terlalu Cepat Menarik Kesimpulan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Minggu, 08 Mei 2011 18:32 WIB
Komut Merpati: Jangan Terlalu Cepat Menarik Kesimpulan
Jakarta - Komisaris Utama PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), Said Didu, meminta perbagai pihak tidak menarik kesimpulan dini terkait jauhnya pesawat Merpati di Teluk Kaimana. Kesimpulan harus didasarkan atas penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terlebih dahulu.

Demikian disampaikan Said Didu dalam keterangan tertulisnya kepada detikFinance, di Jakarta, Minggu (8/5/2011).

Ia menyebut, kotak hitam pesawat Merpati bernomor penerbangan MZ-8968 tujuan Sorong-Kaimana-Biak, telah ditemukan. Sehingga penelaahan penyebab kecelakaan pesawat akan segera diketahui.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meminta semua pihak tidak terlalu cepat menarik kesimpulan tentang penyebab jatuhnya pesawat Merpati, sampai lembaga yg berwenang (KNKT) menyelesaikan penyelidikan dan penyidikan. Karena semua kotak hitam sudah ditemukan," katanya.

Lazimnya kecelakaan pesawat, lanjut Said, terjadi karena dua hal. Pertama cuaca buruk, dan kemungkinan lain adalah kerusakan pesawat atau kesalahan manusia (human eror). Bahkan bisa kombinasi diantara keduanya.

"Tentang pengoperasian pesawat, terdapat dua hal yang selalu menjadi pertimbangan, yaitu kelaikan dan kelayakan. Masalah kelaikan menjadi kewenangan regulator masing-masing negara dan operator dapat mengoperasikan jenis pesawat yang dinyatakan laik oleh regulator (Kementerian Perhubungan)," tambahnya.

Seperti diketahui, pesawat BUMN aviasi ini jatuh di Teluk Kaimana. Pesawat MZ-8968 mengangkut 19 penumpang dan 6 orang awak. 17 jenazah telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi. Dengan ditemukannya 3 jenazah itu, berarti hingga kini sudah 20 jenazah yang ditemukan.

Atas insiden jatuhnya pesawat buatan Xian Aircraft, Said mendoakan semoga seluruh korban diterima di sisiNya. Sementara keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

(wep/wep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads