Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar masih mengizinkan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) menggunakan pesawat MA 60 buatan Xian Aircraft, China. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan KNKT terhadap pesawat Merpati yang jatuh.
Hal itu diungkapkannya di Istana Negara usai menyambut kunjungan Perdana Menteri Laos. Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (9/5/2011).
"Saya rasa nggak (dilarang terbang pakai pesawat China). Kita tunggu dulu, yang bisa katakan branding nggak branding itu Menhub, ya kan berhubungan dengan regulator. Tapi saya cek Menhub tadi mengatakan akan tunggu hasil KNKT. Berati Kemenhub tidak lakukan apa namanya pembatasan sampai adanya hasil KNKT tersebut," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu kita tunggu peneliti dari KNKT, kita harus prosedural. Kalau ada musibah seperti itu tentu ada prosedurnya, kita menunggu dulu hasil KNKT. Kita mendorong supaya KNKT bisa secepatnya mengeluarkan hasil supaya kita bisa menyikapi lebih lanjut musibah ini," jelasnya.
Dalam rangka mencegah terulangnya kejadian tersebut, Mustafa mengaku sudah mengumpulkan manajemen Merpati dan menggelar rapat bersama Kementerian BUMN. Pemerintah meminta Merpati lebih berhati-hati dan memantapkan diri dalam kegiatan operasionalnya.
"Nah, hari ini saya sudah panggil, sebentar lagi rapat di kantor baik direksi maupun komisaris untuk memberikan arahan-arahan supaya mempelajarai secara internal apa yang bisa kita perbaiki untuk mencegah jangan sampai terulang kejadian itu," ujarnya.
Seperti diketahui, pesawat BUMN aviasi ini jatuh di Teluk Kaimana, Sabtu (7/5/2011). Pesawat MZ-8968 mengangkut 19 penumpang dan 6 orang awak. Sebanyak 17 jenazah telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi. Dengan ditemukannya 3 jenazah itu, berarti hingga kini sudah 20 jenazah yang ditemukan. (ang/dnl)











































