Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan memanggil direksi PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) terkait insiden pesawat jatuh. Pemerintah memberi sinyal kemungkinan akan merombak jika dinilai kesalahan terdapat di dalam direksi Merpati.
"Diperbaiki di dalam kalau ada, tapi kita harus menunggu," kata Menteri BUMN, Mustafa Abubakar ketika ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/5/2011).
Mustafa mengaku, saat ini dirinya tidak mau berandai-andai mengenai tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah sebelum hasil dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mustafa, kejadian yang menimpa Merpati merupakan sebuah musibah dan seharusnya kita semua perihatin dan berharap tidak terlulang di keudian hari. Karena itu, Mustafa akan memperkuat dari sisi perusahaan.
"Kami melakukan sidak di bandara, kita melakukan pemaggilan ke direksi Garuda dan Merpati kalau ada musibah seperti ini," tuturnya.
Lebih lanjut Mustafa menambahkan, proses bisnis Merpati tetap akan berjalan sampai dengan ada keputusan terbaru dari Kementerian Perhubungan.
"Lebih bagus kita jalani dulu apa yang sedang berlangsung," imbuhnya.
Mustafa berharap, Merpati dapat diselamatkan untuk bisa melanjutkan bisnisnya. Mustafa pun menambahkan, DPR pun akan beri dukungan dan sedang diusahakan tambahan dari APBN berupa penyertaan modal atau dalam bentuk lainnya.
"Merpati bisa kita selamatkan untuk bisa sehat," pungkasnya.
(ade/ang)











































