Demikian disampaikan Direktur Operasi JSMR Adityawarman dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (9/5/2011).
"Selama pekerjaan tentunya akan berdampak kepada arus lalu lintas yang melalui tol tersebut. Sebab terjadi penyempitan karena bahu jalan di sisi kiri lajur utama sepanjang ruas tersebut ditutup selama pekerjaan. Untuk itu kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat, terutama para pengguna Jalan Tol Jagorawi jika pada akhir-akhir ini sering mengalami hambatan ketika berada di ruas terebut," tutur Adit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain memasang spanduk yang berisi berbagai imbauan kepada pengguna jalan tol di beberapa lokasi, Jasa Marga juga memasang rubbercone, rambu-rambu peringatan dan rambu-rambu petunjuk," ucap Adit.
Jika terdapat kendaraan mogok di ruas proyek pelebaran jalan ini, perseroan telah menyiapkan kendaraan derek resmi sebanyak 5 unit. 3 unit ditempatkan pada area peristirahatan KM 5. Sisanya selalu berputar (mobile) antara TMII-Cibubur.
"Jasa Marga juga menghimbau agar masyarakat yang akan mencari informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas di Ruas Tol Jagorawi dapat menghubungi 021-80880123. Jasa Marga sudah menyiapkan petugas informasi selama 24 jam untuk melayani masyarakat," tegasnya.
Seperti diketahui, perseroan menargetkan proyek pelebaran ruas tol TMII-Cibinong rampung Agustus 2011. Proyek pelebaran dari 2x3 lajur menjadi 2x4 jalur semata-mata untuk menampung jumlah kendaraan yang terus bertambah.
Saat ini kendaraan yang melintas di tol Jagorawi (Jakarta-Bogor Ciawi) mencapai 400 ribu kendaraan per hari. Di mana 50% diantaranya melintas di ruas Cibubur-TMII.
(wep/dnl)










































