Demikian disampaikan Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo ketika ditemui di kantor kementrian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/5/2011).
"Ini murni bencana. Tapi kalau dibawa-bawa ke pengadaan dan sebagainya kami tidak tahu. Yang saya tahu mengoperasikan pesawat dengan aman dan melayani penumpang dengan nyaman," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesawat itu tidak meledak, tidak juga patah sayap, saat ini kita cuma bisa bilang pesawat ini nyebur ke laut. Cuaca memang sangat burut pada saat itu," katanya.
Jhony menilai, ada tidaknya sertifikat Federal Aviasions Administration (FAA) pada pesawat MA 60 yang digunakan Merpati bukanlah alasan kecelakaan tersebut karena sertifikat tersebut tidak diperlukan.
"Tidak kenapa-kenapa karena tidak diperlukan," ujarnya.
Menurutnya pesawat yang notabene adalah buatan China tersebut bukan faktor penyebab kecelakaan terjadi. Selain itu, awak pesawat dan kru telah melakukan pengecekan sebelum melakukan penerbangan.
"Artinya pesawatnya bukan jadi masalah, krunya juga layak terbang, hasil cek juga layak terbang. Jadi, tidak ada masalah," tuturnya.
Lebih lajut Jhony menegaskan, kejadian ini adalah murni bencana dan janganlah diungkit-ungkit karena masalah pesawat.
Dia mengakui, jumlah korban dari kecelakaan ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari 18 orang dewasa, 1 anak, dan 2 bayi, serta 4 orang kru.
"Yang bisa ditemui 22 orang, yang 3 belum diketemukan," jelasnya.
Seperti diketahui, pesawat BUMN aviasi ini jatuh di Teluk Kaimana, Sabtu (7/5/2011). Pesawat MZ-8968 mengangkut 19 penumpang dan 6 orang awak. Sebanyak 17 jenazah telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi. Dengan ditemukannya 3 jenazah itu, berarti hingga kini sudah 20 jenazah yang ditemukan.
(ade/dnl)











































