RI Tambah Lagi Cadangan Beras untuk ASEAN

RI Tambah Lagi Cadangan Beras untuk ASEAN

- detikFinance
Selasa, 10 Mei 2011 13:40 WIB
RI Tambah Lagi Cadangan Beras untuk ASEAN
Jakarta - Indonesia akan menambah cadangan beras bersama negara ASEAN+3 hingga 25.000 ton. Dengan demikian ada tambahan 11.000 ton beras dari komitmen Indonesia yang sebelumnya hanya 14.000 ton.

Seperti diketahui 10 negara ASEAN plus China, Korea dan Jepang menyepakati total cadangan beras sebesar 720.000 ton terkait ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR).

"Ini sudah disepakti di Kamboja sebesar 720.000 kalau nggak salah dimana Indonesia dapat bagian 14.000 ton, jadi untuk emergency, tapi Bapak Presiden berharap agar cadangan pangan ini ditingkatkan, Indonesia siap menambah katakanlah 25.000 ton," kata Menteri Pertanian Suswono saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (10/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Suswono, hal tersebut bertujuan selain sebagai cadangan jika terjadi krisis pangan, juga bisa digunakan Bulog dalam melakukan operasi pasar ketika terjadi lonjakan harga pangan.

"Selain untuk emergency tadi, akan dimanfaatkan juga jika terjadi volatilitas harga yang akan memberatkan konsumen. Harga tren pangan kan naik. Cadangan ini bisa digunakan untuk operasi pasar, jadi ketika harga naik, Bulog bisa gunakan untuk operasi pasar," jelasnya.

Suswono menyatakan Indonesia sebagai pengkonsumsi beras terbesar diharapkan bisa meningkatkan produksinya.

"Konsumsi beras terbesar kan di ASEAN, Indonesia malah paling gede, maka inilah yang diharapkan produksi meningkat, ASEAN kan produksinya paling bagus, jadi kita akan kerjasama, dan diharapkan ada investasi. Inilah yang disampaikan Presiden. Pembahasan khusus nanti Oktober saat Indonesia jadi tuan rumah di AMAF. Dulu mau di tandatangani di Kamboja tapi Singapura minta delay karena nunggu persetujaun parlemen. Sekarang sudah siap," tandasnya.

Sebelumnya, ASEAN+3 yang terdiri dari 10 negara ASEAN ditambah Cina, Korea, dan Jepang siapkan cadangan beras bersama sebesar 720.000 ton. Indonesia hanya mampu menyumbang 14.000 ton beras sebagai cadangan.

Suswono menyebutkan sumbangan terbesar masih diberikan oleh Jepang sebanyak 220.000 ton dan China 200.000 ton.

"Mereka rata-rata, Jepang, China, dan Korea itu di atas 200.000 ton. Negara ASEAN sendiri berbeda-beda. Indonesia 14.000 ton. Beda dengan negara-negara lain. Jepang kalau tidak salah 220.000 ton. Paling besar Jepang. Beda-beda persisnya, tapi tiga negara itu yang paling besar. Totalnya itu 720.000 ton," ujarnya.

(nia/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads