Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti mengatakan, dari 189 pesawat tersebut, Indonesia mempunyai sekitar 14 pesawat buatan China ini.
"Yang menggunakan pesawat ini (MA-60) adalah China, Laos, Zimambwe, Kongo, Zambia, Indonesia, Filipina, Myanmar, Srilangka, dan Tajikistan," tutur Herry kepada detikFinance, Selasa (10/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evaluasi dilakukan pasca kecelakaan yang terjadi di Kaimana, Papua akhir pekan lalu.
"Kita tetap evaluasi apakah Merpati melaksanakan perawatan dan pengoperasian pesawat tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku," ucap Herry.
Saat ini masalah pembelian pesawat dari China menimbulkan pro dan kontra usai kecelakaan yang terjadi. Setelah kecelakaan, Merpati masih mempunyai 12 pesawat tipe MA-60 ini. Bahkan pada 19 dan 20 Mei 2011 ini Merpati akan mendatangkan pesawat tipe yang sama sebanyak 2 unit.
Pesawat milik Merpati yang jatuh di Kaimana tersebut didatangkan dari China pada 3 Desember 2010. Pesawat tersebut mulai beroperasi pada 6 Desember 2010 dengan rute Bali-Nusa. Lalu pada 16 Maret 2011 mulai beroperasi ke Papua.
Seperti diketahui, pesawat BUMN aviasi ini jatuh di Teluk Kaimana, Sabtu (7/5/2011). Pesawat MZ-8968 mengangkut 19 penumpang dan 6 orang awak. Sebanyak 17 jenazah telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi. Dengan ditemukannya 3 jenazah itu, berarti hingga kini sudah 20 jenazah yang ditemukan.
(dnl/dnl)










































