Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/5/2011).
"Jangan samakan pesawat China dengan Mocin (Motor China). China itu sudah capable. Mereka sudah lama bikin pesawat sudah lebih dulu dari PT DI," kata Jhony.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan mereka sudah membuat bomber sendiri. Dan banyak seperti Airbus dan Boeing yang membuat wing box di sana (China). Inikan (kecelakaan) musibah. Kita lihat dulu seperti apa," tutur Jhony.
Saat ini, ujar Jhony, teknisi dari China akan datang untuk mengecek kondisi pesawat MA-60. "Untuk black box (kotak hitam) sudah dikirim ke China. Sebab Singapura tidak bisa membacanya. Nanti malam black box sampai di China," imbuh Jhony.
Selain itu, Jhony juga mengatakan, Merpati membeli pesawat dari China karena mendapatkan pinjaman murah dengan bunga 3% dari pihak China melalui penerusan pinjaman atau SLA (Subsidiary Loan Agreement) antara Kementerian Keuangan dengan Bank Of China.
Merpati menerima pesawat M-60 pada Desember 2010 lalu. Saat ini Merpati mengakui mempunyai 13 buah pesawat M-60 dan akan datang lagi 2 unit pada 19 dan 20 Mei 2011. Pesawat ini menjadi pro dan kontra usai kecelakaan.
Sebelumnya, pesawat BUMN aviasi ini jatuh di Teluk Kaimana, Sabtu (7/5/2011). Pesawat MZ-8968 mengangkut 19 penumpang dan 6 orang awak. Sebanyak 17 jenazah telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi. Dengan ditemukannya 3 jenazah itu, berarti hingga kini sudah 20 jenazah yang ditemukan.
(dnl/dnl)











































