"Penyerapan Bulog sore ini 890.000 ton. Itu kontraknya PSO (public service obligation). Kemudian untuk komersialnya kita sudah masuk 67.000 ton.
Yang dari 890.000 yang sudah masuk 850.000 ton," kata Dirut Bulog Sutarto Alimoeso di kantor menko perekonomian, Jl Lapangan Banteng, Rabu (11/5/2011).
Sutarto menjelaskan jika dibandingkan dengan target Bulog akhir Mei sesuai kontrak memang masih sekitar 60%. Sementara jika dihitung dengan pengadaan komersial sudah mendekati 950.000 ton dari target 1,3 juta ton sampai akhir Mei 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya saat ini panen terjadi tidak merata, bahkan sekarang ini di Jawa Timur baru mulai ada yang panen. Panen bersamaan telah terjadi pada Maret-April 2011.
Meskipun ia tetap optimis target pengadaan bisa tercapai asalkan produksi padi tetap stabil. Bulog saat ini terus menggenjot pengadaan dengan menerapkan harga pembelian yang fleksibel dari sisi kualitas beras petani.
"Ya mudah-mudahan ini datar, seperti kemarin kami dapat 25.000 ton dalam sehari. Hari ini mungkin agak sedikit kurang. Diharapkan itu bisa stabil terus
Jika itu stabil terus akan tercapai," tegasnya.
Menurutnya soal peluang impor beras kembali pada tahun ini akan sangat tergantung dengan target produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 70,6 juta ton tercapai atau tidak.
"Kalau dari aspek luas tanam posisi sekarang itu bisa dikejar. Karena iklim musim kemarau relatif basah yang harus ditingkatkan tentunya produktivitasnya," katanya.
(hen/dnl)











































