Dirut Merpati: Kita Bukan Maskapai AS, Tak butuh Lisensi FAA

Dirut Merpati: Kita Bukan Maskapai AS, Tak butuh Lisensi FAA

- detikFinance
Rabu, 11 Mei 2011 23:41 WIB
Dirut Merpati: Kita Bukan Maskapai AS, Tak butuh Lisensi FAA
Jakarta - Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Sardjono Jhony Tjitrokusumo menyampaikan pihaknya tidak membutuhkan pesawat yang berlisensi FAA (Federal Aviasions Administration) yang dikeluarkan oleh AS untuk menerbangkan pesawat MA-60 buatan China.

Dirinya menegaskan Merpati bukan merupakan operator maskapai penerbangan yang bekerja di AS, melainkan di Indonesia. Jadi lisensi yang dibutuhkan adalah lisensi dari Indonesia dan juga negara manufaktur pesawat tersebut, yakni China.

"FAA itu nggak perlu, kita kan tidak beroperasi di sana. Kita juga bukan operator maskapai Amerika. Yang kita butuhkan adalah sertifikasi dari negara manufaktur dan dari negara kita, sebagai operator di negara ini," katanya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jhony juga menambahkan, lisensi yang dikeluarkan oleh pihak Indonesia, yakni Kementerian Perhubungan merupakan indikasi pesawat MA-60 tersebut layak untuk beroperasi di Indonesia. "Kemenhub kan isinya orang-orang yang expert," tambah Jhony.

"Di tahun 2005 kemarin kan ada Aircraft Type Certificate (ATC) untuk MA-60. Jadi, jelas bahwa pesawat itu sertified, dan layak," ungkapnya.

Jhony menyampaikan pihak Merpati membutuhkan penambahan pesawat. Banyak beberapa daerah yang membutuhkan, sehingga Merpati mengusulkan untuk pengadaan pesawat. "Kan daerah meminta, operator yang ada saat itu adalah Trigana dan Merpati yang beroperasi di situ, ya kita butuh," ungkapnya.

"Kita butuh pesawat 50 seater, kemudian kan kajian langsung kita cari. Sampai ATC belum dikeluarkan, kita tidak melakukan kontrak (pengadaan pesawat). Setelah ada baru lakukan kontrak," lanjut Jhony.

Seperti diketahui, Merpati memiliki 15 pesawat tipe M-60 buatan Xi'an Aircraft Industry China bernilai US$ 161 juta. Merpati mendapatkan pesawat ini dari Kementerian Keuangan hasil pinjaman dari Bank Of China.

Pesawat berkapasitas 56 penumpang ini dihargai sekitar US$ 11 juta per unit. Saat ini ada 189 pesawat jenis M-60 produksi Xi'an Aircraft Industry yang digunakan di dunia. Ada 10 negara di dunia yang menggunakan pesawat buatan China ini.


(nrs/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads