"ASEAN 25.000 ton itu sepertinya gede banget, padahal 25.000 ton itu kecil," kata Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso ketika jumpa pers di kantor Bulog, Kamis (12/5/2011).
Menurut Sutarto, Bulog memiliki kemampuan menyalurkan sekitar 260.000 ton beras ke seluuh Indonesia dalam rangka beras miskin (raskin). Menurutnya, penyaluran beras ke ASEAN hanya sekitar 10% dari penyaluran Bulog setiap bulannya. "Itu hanya 10% dari kebutuhan bulanan indonesia," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Sutarto menjelaskan, cadagan beras pemerintah yang ada sekarang sebesar 1,5 juta ton. Cadangan beras pemerintah yang dipegang Bulog tersebut merupakan cadangan beras pemerintah ditambah milik Bulog.
"Cadangan beras pemerintah plus punyanya Bulog," tuturnya.
Sutarto berharap, cadangan tersebut makin lama harus meningkat sejalan degan pertumbuhan penduduk. Harapan ini diyakini dengan program sinergi BUMN yang akan menambah produksi pangan nasional.
"Kalau sinergi BUMN ini berhasil, saya kira bisa 2 juta ton tahun ini," pungkasnya.
Sebelumnya Indonesia berkomitmen akan menambah cadangan beras bersama negara ASEAN+3 hingga 25.000 ton. Dengan demikian ada tambahan 11.000 ton beras dari komitmen Indonesia yang sebelumnya hanya 14.000 ton.
Seperti diketahui 10 negara ASEAN plus China, Korea dan Jepang menyepakati total cadangan beras sebesar 720.000 ton terkait ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR).
(ade/hen)











































