Anggota Komisi VIII ke Korsel Ngutang Pertamina
Kamis, 17 Jun 2004 09:15 WIB
Jakarta -
Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Zaenal Arifin tetap meyakini perjalanannya ke Hong Kong dan Korsel untuk urusan tanker Pertamina dibayar sendiri oleh anggota dewan. Ia tidak tahu menahu adanya dokumen yang menyebutkan Pertamina menanggung seluruh biaya akomodasi ke dua negara itu. Namun ia mengakui ada pihak ketiga yang menalangi.Hal ini disampaikannya dalam percakapan dengan detikcom pukul 08.30 WIB, Kamis (17/6/2004) di Jakarta."Kalau mengikuti prosedur sekretariat dewan itu terlalu lama, padahal kepentingan kita mendesak, memang dananya ditalangi oleh pihak ketiga," kata Zaenal. Namun dana itu tetap diganti di kemudian hari.Sekadar diketahui, salinan dokumen rencana perjalanan para anggota Komisi VIII ke kedua negara itu untuk menyaksikan pembuatan dua kapal tanker VLCC itu didapatkan detikcom, Rabu (16/6/2004). Dari dokumen itu terlihat bahwa yang membiayai perjalanan mereka ternyata Pertamina. Ia mengaku heran kenapa persoalannya menjadi ruwet. Padahal dewan menginginkan, apa yang dilakukan tidak diintervensi oleh pihak mana pun, apalagi Pertamina. Bahkan Zaenal mengaku sudah melaporkan permasalahan ini kepada Ketua DPR Akbar Tandjung. "Atas laporan itu beliau setuju dan tidak jadi soal," katanya. Menurut Zaenal, dirinya meragukan dokumen yang sudah beredar di berbagai media massa itu. "Saya jadi bingung kenapa jadi begini," katanya. Namun ia buru-buru menegaskan, memang ada hal-hal yang harus diperbaiki oleh kalangan anggota dewan terutama dalam administratif kunjungan kerja.
(dsb/)










































