"Saya ada tugas yang diminta perundingan ekonomi bilateral dan Menko menyuruh Sahala yang masih jadi Deputi dan Hadiyanto ikut antara lain isunya Tangguh. Itu tim bilateral ekonomi dengan China, salah satu topik yang dibahas mengenai Tangguh," tegasΒ Deputi Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi ketika ditemui detikFinance di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (13/5/2011).
Namun sayangnya, lanjut Edy, ketika tim bilateral tersebut kembali ke tanah air, pihak China mengaitkannya dengan pembelian pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy mengaku hal tersebut biasa dilakukan dalam dunia bisnis. "Setiap ada kesempatan selalu dikait-kaitkan, secara bisnis selalu dikait-kaitkan dalam paket," pungkasnya.
Pemberitaan ini merupakan sanggahan Edy terkait pemberitaan mengenai keterkaitan Mendag Mari Elka Pangestu, Sahala, dan Hadiyanto dalam perundingan pembelian pesawat Merpati MA-60.
Seperti diketahui, pesawat M-60 milik Merpati jatuh di Teluk Kaimana, Papua pada Sabtu (7/5/2011) lalu. Tragedi itu melebar menjadi polemik soal asal muasal pembelian China yang diduga syarat dengan kepentingan.
Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu sebagai salah satu pihak yang dianggap terlibat dalam negosiasi pembelian M-60 mengaku enggan berpolemik soal keterlibatan dirinya.
"Kita masih dalam suasana duka, tunggu saja sampai hasil investigasi. Jangan terlalu banyak polemik, sampai investigasi selesai," kata Mari.
(nia/dnl)










































