Mendag dan 2 Pejabat Pemerintah ke China Tak Bahas Pesawat

Mendag dan 2 Pejabat Pemerintah ke China Tak Bahas Pesawat

- detikFinance
Jumat, 13 Mei 2011 13:54 WIB
Mendag dan 2 Pejabat Pemerintah ke China Tak Bahas Pesawat
Jakarta - Keterlibatan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Sahala Lumban Gaol yang sewaktu itu masih menjabat sebagai Deputi Menko Perekonomian, dan Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Hadiyanto dalam tim ekonomi bilateral dengan China adalah untuk membahas soal Gas Tangguh, bukanlah soal pembelian pesawat.

"Saya ada tugas yang diminta perundingan ekonomi bilateral dan Menko menyuruh Sahala yang masih jadi Deputi dan Hadiyanto ikut antara lain isunya Tangguh. Itu tim bilateral ekonomi dengan China, salah satu topik yang dibahas mengenai Tangguh," tegasΒ Deputi Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi ketika ditemui detikFinance di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (13/5/2011).

Namun sayangnya, lanjut Edy, ketika tim bilateral tersebut kembali ke tanah air, pihak China mengaitkannya dengan pembelian pesawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut info, mereka (China), mengaitkannya dengan pesawat, yang belum tentu Merpati. Setelah mereka pulang, China mengaitkan dengan tindak lanjut pembelian pesawat terbang," ungkapnya.

Edy mengaku hal tersebut biasa dilakukan dalam dunia bisnis. "Setiap ada kesempatan selalu dikait-kaitkan, secara bisnis selalu dikait-kaitkan dalam paket," pungkasnya.

Pemberitaan ini merupakan sanggahan Edy terkait pemberitaan mengenai keterkaitan Mendag Mari Elka Pangestu, Sahala, dan Hadiyanto dalam perundingan pembelian pesawat Merpati MA-60.

Seperti diketahui, pesawat M-60 milik Merpati jatuh di Teluk Kaimana, Papua pada Sabtu (7/5/2011) lalu. Tragedi itu melebar menjadi polemik soal asal muasal pembelian China yang diduga syarat dengan kepentingan.

Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu sebagai salah satu pihak yang dianggap terlibat dalam negosiasi pembelian M-60 mengaku enggan berpolemik soal keterlibatan dirinya.

"Kita masih dalam suasana duka, tunggu saja sampai hasil investigasi. Jangan terlalu banyak polemik, sampai investigasi selesai," kata Mari.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads