PLTU Rusak, Sumatera Barat Krisis Listrik
Kamis, 17 Jun 2004 11:30 WIB
Padang - Sejak Mei hingga pertengahan Juni 2004, aliran listrik ke rumah-rumah warga di Sumatera Barat (Sumbar) sering terputus. Bahkan, sejak 11 Juni lalu, pemadaman bergilir listrik hampir terjadi setiap hari. Lamanya, berkisar antara satu hingga empat jam per hari.Ketika dikonfirmasi detikcom via telepon, Kamis (17/6/2004), Asmen Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sumbar, Yusman Rajo Mudo, membenarkan hal tersebut. "Karena sejumlah persoalan, beberapa waktu belakangan kita terpaksa melakukan pemadaman bergilir aliran listrik ke rumah-rumah warga," ujarnya.Dikatakan Yusman, pemadaman bergilir itu terpaksa dilakukan karena bearing turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin mengalami kerusakan. Akibatnya, pembangkit listrik berkapasitas 2X100 megawatt (MW) tersebut tidak dapat berfungsi maksimal.Selain itu, pemadaman juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan debit air di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak (168 MW), PLTA Maninjau (68 MW) dan PLTA Koto Panjang (114 MW) akibat musim kemarau.Lebih lanjut, Yusman mengatakan penyebab lain terjadinya krisis listrik di Sumbar adalah terus bertambahnya konsumen setiap tahun. Sementara, jumlah pembangkit listrik tidak bertambah. Sejak tahun 1998, jumlah peningkatan konsumen rata-rata mencapai 7 persen pertahun.Menurut Yusman, solusi untuk mengatasi krisis listrik tersebut salah satunya segera merealisasikan interkoneksi Sumatera Selatan-Jambi.
(ani/)











































