Meski DPR Menolak, Komut Pertamina Bersikeras Jual Tanker

Meski DPR Menolak, Komut Pertamina Bersikeras Jual Tanker

- detikFinance
Kamis, 17 Jun 2004 13:54 WIB
Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Laksamana Sukardi bersikeras menjual dua tanker raksasa (Very Large Crude Carrier) meski DPR menolaknya. Alasannya, penjualan merupakan kebijakan korporasi dan dana yang didapat darinya sangat dibutuhkan untuk membantu neraca keuangan perseroan yang amburadul."Jadi saya kira itu proses korporasi. Pertamina kan bukan shipping company, tapi perusahaan minyak dan gas. Saya kira tidak ada masalah. Ini corporate action, dananya langsung masuk ke Pertamina dan digunakan untuk membayar utang," kata Menneg BUMN Laksamana Sukardi di Jakarta, Kamis (17/6/2004).Sebelumnya Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimone menegaskan kondisi keuangan perusahaan 'mandi darah' menyusul tingginya harga minyak. Pertamina memang harus membayar terlebih dahulu subsidi BBM yang menjadi tanggungjawab pemerintah. Alfred mengaku perseroan tak memiliki dana lagi untuk membayar dua tanker yang saat ini masih dirakit Hyundai Heavy Industries di Korea Selatan.Pertamina sendiri telah memutuskan menjual dua VLCCnya kepada perusahaan asing Frontline Ltd senilai US$ 184 juta, jauh lebih besar dari nilai pemesannya yang berjumlah US$ 131 juta. Laks mengaku Pertamina hanya akan mendapat keuntungan sedikit dari penjualan tersebut. "Kalaupun ada untung, jumlahnya sedikit. Tapi ini masih lebih menguntungkan daripada memiliki tanker sendiri karena akan menelan dana operasional yang cukup besar. Lagipula apa perlu kita utang terlalu banyak untuk miliki tanker, kita kan perusahaan migas. Jadi menurut saya ya lebih baik leasing saja," ujarnya. Ketika ditanya tanggapannya mengenai Pertamina yang membiayai anggota DPR ke Hongkong dan Singapura guna memuluskan penjualan tanker itu, Laks mengaku tidak tahu. "Saya tahunya dari media," tukasnya. (nit/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads