"Ada ancaman pesawat ditarik dari JetLease, karena utang pada posisi Mei 2011 kepada JetLease masih US$ 0,482 juta. Walaupun sudah berkurang dari pada Mei 2010 yang sebesar US$ 7,258 juta," ujar Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2011).
Menurut Jhony, Merpati mempunyai delapan lessor yang dihutangi. Adapun posisi utang pada Mei 2010 mencapai US$ 24 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lessor tersebut antara lain, Aeroturbine (Mesin), ST Aerospace (Mesin), Shanon/SES (Mesin), ACG Acquisition (Pesawat), Aircastle Intrepid (Pesawat), Jetlease (Pesawat), Jetscape (Pesawat), Apollo (Pesawat).
Ditempat yang sama, Direktur Utama Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Boyke Mukijat mengungkapkan total utang Merpati yang tercatat di PPA pada akhir 2010 mencapai Rp 2,83 triliun.
"Masalah utama Merpati ada di keuangan dimana terdapat utang yang besar hingga Rp 2,83 triliun," tukasnya.
(dru/hen)











































