Indonesia sebagai salah satu dari 187 negara IMF berharap ada wakil dari Asia ataupun Amerika Latin yang mau maju untuk menjadi kandidat Managing Director IMF. Mengingat selama ini pucuk pimpinan IMF selalu menjadi 'jatah' dari Uni Eropa.
Hal tersebut disampaikan Alternate Governor IMF untuk Indonesia yang juga menjabat sebagai Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto kepada detikFinance, Rabu (18/5/2011). Untuk posisi Governor IMF untuk Indonesia saat ini dijabat oleh Gubernur BI Darmin Nasution.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan, selama ini negara-negara berkembang berupaya untuk meningkatkan kuotanya karena parameter yang mempengaruhi kuota seperti PDB dan indikator ekonomi lainnya sudah memungkinkan agar kuota diperbesar.
"Namun sampai dengan saat ini belum diterima, meskipun kecenderungan dukungan ke arah sana sudah semakin menguat. Orientasi kebijakan IMF juga sudah merambah ke bidang fiskal, yang sebelumnya lebih besar ke moneter," ungkap Rahmat.
Rahmat juga menyampaikan, pemilihan Managing Director IMF itu nantinya harus melewati beberapa tahapan. Pertama adalah tahap nominasi, di mana semua negara anggota IMF bisa mengajukan calonnya.
"Diharapkan ada kandidat dari negara berkembang seperti Asia atau Amerika Latin yang muncul," ujar Rahmat.
Tahapan kedua adalah kampanye dan wawancara dengan Dewan Eksekutif. "Biasanya nanti calon-calon akan melakukan lobi ke negara-negara anggota secara langsung atau melalui Executive Director Office," katanya.
Tahapan ketiga, seleksi melalui International Monetary and Financial Commitee (IMFC). "Ini yang menentukan calon yang direkomendasikan ke Governors. Dulu dibantu oleh Eminent Persons yang dibentuk untuk seleksi," ungkapnya.
Tahapan keempat, voting oleh semua Governors atas rekomendasi dari IMFC.
Seperti diketahui, Strauss-Kahn yang telah menjabat sebagai Direktur IMF sejak tahun 2007 pada Minggu, 15 Mei lalu dicokok polisi AS ketika berada di bandara John F. Kennedy sesaat sebelum bertolak ke Prancis. Strauss-Kahn ditangkap setelah ada laporan serangan seksual kepada seorang pelayan wanita, Sofitel New York berusia 32 tahun. Strauss-Kahn berada di kamar hotel bertarif US$ 3.000 per malam itu untuk urusan bisnis.
Menurut kepolisian, Strauss-Kahn melakukan penyerangan secara seksual dan percobaan perkosaan terhadap pelayan wanita itu pada siang hari. Strauss-Kahn kini meringkuk di penjara Rikers Island, setelah pembayaran jaminannya ditolak.
Di tengah proses hukum terhadap Strauss-Kahn yang sedang berlangsung, muncul desakan untuk segera mencari penggantinya mengingat posisi IMF saat ini penting untuk menangani krisis utang yang melanda sebagian negara Eropa. Pemilihan harus segera dilakukan mengingat akan terjadi kekosongan kepemimpinan di IMF.
Setelah Strauss-Kahn ditahan, IMF menunjuk Deputi Direkturnya, John Lipsky sebagai pejabat sementara Managing Director. Namun Lipsky pun akan segera mengakhiri jabatannya pada 31 Agustus.
"Dia jelas sekali tidak berada dalam posisi untuk memimpin IMF," jelas Menteri Keuangan Amerika Serikat, Timothy Geithner seperti dikutip dari AFP.
IMF saat ini beranggotakan 187 negara, termasuk Indonesia. Di IMF, Indonesia memiliki hak voting sebesar 0,86%. Beberapa negara dengan hak voting besar antara lain Kanada (2,57%), China (3,82%), Prancis (4,30%), Jerman (5,83%), India (2,35%), Italia (3,17%), Jepang (6,25%), Korea (1,37%), Meksiko (1,47%), Belanda (2,08%), Federasi Rusia (2,40%), Arab Saudi (2,81%), Spanyol (1,63%), Swiss (1,41%), Inggris (4,30%), AS (16,80%), Brasil (1,72%).
(qom/dnl)










































