Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/5/2011). Gita menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menemui pimpinan Reliance Group India.
Hadir dalam kesempatan tersebut dari Reliance Group India: Anil Ambani (Chairman Reliance Group India), Jayarama Chalasani (CEO Infrastructure), Mukund Dongre, (Indonesia Group Director), dan Hoshin Cho (Reliance Indonesia).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, pembangunan infrastruktur, yang terdiri dari 2 hal yakni infrastruktur terkait transportasi batubara ke pelaburan terdekat di Sumsel dan pembangunan infrastruktur di Jakarta dan sekitarnya, termasuk jalur kereta bandara.
"Terkait dengan pembangunan jalur kereta api bandara, kita akan membungkus dalam bentuk kemitraan swasta. Saat ini masih dilakukan diskusi antara kementerian perhubungan dan kementerian keuangan," ujar Gita.
Ketiga, investasi sektor pembangkit listrik, termasuk tenaga surya, batubara atau geothermal.
"Mereka niat sekali dan rencananya mereka akan melakukan investasi 5 sampai 10 miliar dolar AS kalo semua bisa terealisasi," ujar Gita.
Selain itu, tambah Gita, Reliance Group juga mengincar investasi sektor jasa keuangan dan media. Reliance Group saat ini tercatat sebagai salah satu pemegang saham di Dreamworks yang bermitra dengan Steven Spielberg dan pemilik Bloomberg TV di India.
"Mereka melirik sektor entertainment, media dan financial service," tambah Gita.
Gita menegaskan, investasi Reliance tersebut akan segera direalisasikan. Ia mengungkapkan, usai pertemuan dengan presiden hari ini, mereka langsung bertolak ke Sumatera Selatan untuk bertemu dengan Gubernur Sumsel guna membicarakan rencana investasinya.
Anil Ambani kini tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Dengan harta kekayaan US$ 13,7 miliar, Anil Ambani berada di posisi ke-26 dalam daftar orang terkaya di dunia.
(qom/dnl)











































