"Itu isu kalau Indonesia akan dirugikan dengan rencana investasi, itu tidak," kata Staf Khusus Menteri Koordinasi Perekonomian, Amir Sambodo dalam bincang dengan wartawan di Nusa Dua, Bali, Rabu malam waktu setempat (18/5/2011).
Menurut Amir, dirinya menolak jika hubungan yang telah dan akan terjadi ke depan dianggap perdagangan bebas antara Indonesia dengan Korea Selatan. Amir lebih senang menyebutnya join comprehensive partnership agreement karena hal-hal yang akan dilakukan nantinya bukan hanya sebuah hubungan dagang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amir juga membantah hubungan yang terjadi dengan Korea Selatan akan serupa dengan apa yang dialami Indonesia ketika menandatangani perjanjian dagang dengan China dalam ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA). Menurutnya, ini akan disiapkan dengan sebaik-baiknya dan sekarang telah masuk ke dalam masa studi.
"Yang kita siapkan ini saling menguntungkan, jadi tidak ada isu-isu negatif seperti yang terjadi dengan ACFTA karena kita tidak siap," tuturnya.
Pemerintah Korea Selatan, kata Amir, berjanji untuk menguntungkan Indonesia dalam hubungan ini. "Neraca perdagangan akan menguntungkan Indonesia, mereka janjkan begitu," ungkapnya.
Amir menjelaskan, pihak Korea Selatan dalam hali ini akan sangat membantu Indonesi. Korea Selatan akan berinvestasi untuk ikut juga membangun Indonesia dan juga mereka membantu masyarakat Indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan.
"Jangan ada kekhawatiran Korea akan menang sendiri," tegasnya.
Perundingan akan diadakannya perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan Korea kemungkinan akan terjadi setelah investasi dari Korea Selatan banyak membanjiri Indonesia.
(ade/ang)











































