Demikian disampaikan Staf Khusus Menteri Koordinasi Perekonomian Amir Sambodo dalam bincang dengan wartawan Rabu malam waktu setempat (18/5/2011).
Perusahaan asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding ingin mengembangkan kapal-kapal untuk gas alam cair (LNG) floating.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Amir, pembangunan terminal LNG di Indonesia sangat penting mengingat belum adanya terminal penerima LNG dan pengangkut yang membawa gas LNG ke Jawa dan Sumatera. Padahal banyak sekali ditemukan di laut-laut di Indonesia, seperti Selat Makasar, Sulawesi, dan Laut Arafuru.
"Sangat penting karena semua gas ini ada di luar Jawa, yang terbesar ada di Selat Makassar, Sulawasi, Laut Arafuru," katanya.
Dikatakannya peluang yang diberikan oleh pihak Korea Selatan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena selain akan meberikan investasi untuk membangun terminal dan memberikan pelatihan kepada masyarakat Indonesia.
"Jangan sampai peluang seperti itu kita tidak bisa memanfaatkan. Korea bersedia untuk melatih dan memberi dampak di Indonesia," katanya.
Sayangnya, Amir belum bisa memberikan nilai investasi yang akan dikeluarkan oleh pihak Korea dalam rencana pengembangan ini. "Nilai investasinya belum," jelasnya.
(ade/hen)











































