"Misalnya jika sebelum lahan disewa produksi sebesar 5 ton dan sesudahnya menjadi 6,5 ton, maka kelebihan satu setengah ton itu yang dibagi, mungkin 50:50 atau semacamnya. Pokoknya pasti menguntungkan petani yang lahannya disewa," ujar Mustafa saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (19/5/2011).
Β
Mustafa mengakui pihaknya memang kurang menyosialisasikan hal tersebut dengan baik. Makanya, ia tak heran jika ada yang tak setuju atau mengkhawatirkan nasib petani yang lahannya disewa.
"Saya siap mengundang mereka-meraka yang berbeda pendapat. Petani kan punya Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Memang ada yang harus dijelaskan lagi agar rencana ini bisa sampai dengan baik maksudnya ke masyarakat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BUMN lain yang dilibatkan adalah Perum Perhutani, PT Inhutani, dan PT Perkebunan Nusantara untuk penyediaan lahan. PT Berdikari untuk produksi jagung dan pakan ternak dan Perum Bulog untuk pengelolaan hasil produksi.
Program ini melibatkan lahan petani seluas 570 ribu hektar yang akan disewa BUMN tersebut untuk budidaya padi. PT Pertani menyewa 200 ribu hektar, PT Sang Hyang Seri 200 ribu hektar, PT Pupuk Sriwidjaja dan Perum Perhutani masing-masing 100 ribu dan 70 ribu hektar. Selain padi, 260 ribu hektar lahan akan disewa untuk budidaya jagung dan 50 ribu hektar untuk kedelai.
Mustafa menegaskan rencana ini jangan disamakan dengan program pangan milik Kementrian Pertanian. Menurutnya, program dari BUMN hanya upaya jangka pendek untuk meningkatkan produksi. Mustafa melanjutkan, rencana penyewaan lahan ini murni bertujuan untuk menambah produksi gabah sesuai target 70,6 juta ton gabah dan membantu stok Badan usaha Logistik (BULOG).
Β
"Ini hanya untuk sementara, program jangka pendek. Kalau jangka menengah panjangnya itu baru dari Kementerian Pertanian. Di tahun 2011 ini ada satu musim tanam lagi yang bisa digunakan untuk menyewa lahan, kemudian di 2012 kami sewa untuk dua musim tanah, begitu seterusnya," ujarnya.
Mustafa menyatakan pihaknya pun siap menggelontorkan dana senilai Rp 4,1 triliun guna mendukung program peningkatan produksi pangan nasional hingga 2014. "Jadi itu Rp 4,1 triliun, Rp 1 triliun untuk 1 tahun hingga 2014," pungkasnya.
(nia/hen)











































