Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (19/5/2011).
"Kalau itu (calon Direktur IMF) dibuka untuk negara yang berpartisipasi tentu bagus. Selama ini kan calonnya dari Eropa. Tapi kalau misalnya dari Asia dimungkinan sesuai dengan perkembangan untuk mengundang calon-calondari luar Eropa tentu kita menyambut baik," tutur Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi kasus pelecehan seksual dan percobaan perkosaan ini, Agus tak mau menuduh begitu saja.
"Kita menjaga azas praduga tak bersalah. Untuk pergantiannya itu sudah ada di governance lembaga IMF," jelas Agus.
Seperti diketahui, Strauss-Kahn yang telah menjabat sebagai Direktur IMF sejak 2007 pada Minggu, 15 Mei lalu dicokok polisi AS ketika berada di bandara John F. Kennedy sesaat sebelum bertolak ke Prancis. Strauss-Kahn ditangkap setelah ada laporan serangan seksual kepada seorang pelayan wanita, Sofitel New York berusia 32 tahun. Strauss-Kahn berada di kamar hotel bertarif US$ 3.000 per malam itu untuk urusan bisnis.
Menurut kepolisian, Strauss-Kahn melakukan penyerangan secara seksual dan percobaan perkosaan terhadap pelayan wanita itu pada siang hari. Strauss-Kahn kini meringkuk di penjara Rikers Island, setelah pembayaran jaminannya ditolak. Pengacara Strauss-Kahn membantah tudingan tersebut, dengan mengatakan Strauss-Kahn sudah check-out dari hotel ketika serangan seksual atas pelayan itu terjadi.
Kasus yang menimpa Strauss-Kahn tersebut sempat membuat pasar finansial goyah karena khawatir krisis yang terjadi di IMF itu bisa mempengaruhi proses penanganan utang di Uni Eropa. Seperti diketahui, IMF telah berperan aktif dalam penanganan utang di 3 negara Eropa yakni Yunani, Irlandia dan Portugal. Pada Senin, 16 Mei setelah kasus tersebut mencuat, nilai tukar euro sempat merosot dan berimbas pula pada turunnya harga minyak mentah dunia.
(dnl/qom)











































