Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (19/5/2011).
Anny mengatakan, pembayaran bunga utang ini masuk dalam komponen belanja pemerintah pusat yang sampai April mencapai Rp 161 triliun atau 19,25% dari pagu APBN 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belanja pemerintah pusat tersebut terdiri dari belanja pegawai yang realisasinya mencapai Rp 51,7 triliun atau 28,6% dari pagu APBN 2011. Lalu belanja barang sebesar Rp 16,4 triliun atau 11,9% dari pagu, belanja modal sebesar Rp 9,3 triliun atau 6,8% dari pagu, belanja subsidi sebesar Rp 46,4triliun atau 24,75% dari pagu, belanja bunga utang sebesar Rp 32,2 triliun atau 27,9% dari pagu, dan belanja Bantuan sosial sebesar Rp 4,6 triliun atau 7,3% dari pagu.
Selain itu, lanjut Anny, sampai April 2011, realisasi transfer ke daerah mencapai Rp 118,6 triliun atau 30,2% dari pagu. Ini terdiri dari realisasi Dana Alokasi Umum sebesar Rp 93,7 triliun atau 41,6% dari pagu, Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 5,4 triliun atau 21,44% dari pagu, Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 7,8 triliun atau 9,35% dari pagu, dan Dana Otsus dan Penyesuaian sebesar Rp 11,6 triliun atau 19,8% dari pagu.
Sementara realisasi pembiayaan defisit APBN 2011 sampai April 2011 mencapai Rp 37,2 triliun atau 29,9% dari target.
"Ini terutama bersumber dari SBN (surat berharga negara) neto sebesar Rp 44,9 triliun atau 35,4% dari target, penarikan pinjaman luar negeri sebesar Rp 3,1 triliun atau 5,3% dari target, dan privatisasi sebesar Rp 400 miliar atau 125% dari target," tukas Anny.
Dari jumlah tersebut, maka total realisasi belanja negara sampai April 2011 mencapai Rp 279,6 triliun atau 22,7% dari pagu, pencapaian ini lebih baik dari realisasi tahun lalu yang hanya sebesar 20,5% dari pagu.
(dnl/qom)











































