Jerman Ingin Bos IMF dari Eropa, Jepang Minta Pemilihan Transparan

Jerman Ingin Bos IMF dari Eropa, Jepang Minta Pemilihan Transparan

- detikFinance
Kamis, 19 Mei 2011 16:45 WIB
Tokyo - Jerman menginginkan jabatan Managing Director International Monetary Fund (IMF) kembali diisi dari Eropa. Namun untuk jangka panjang, negara-negara berkembang sebaiknya mulai menyiapkan calon petinggi IMF.

"Kementerian menekankan komentar yang dibuat oleh kanselir sebelum pengunduran diri (Strauss-Kahn) bahwa kepala IMF selanjutnya harus dari Eropa," ujar juru bicara kementerian keuangan Jerman seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/5/2011).

Sudah menjadi rahasia umum jika posisi tertinggi IMF menjadi 'jatah' Eropa, sementara Bank Dunia 'jatah' Amerika Serikat. Presiden Bank Dunia saat ini juga dijabat oleh wakil AS, Robert Zoellick.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IMF saat ini beranggotakan 187 negara, termasuk Indonesia. Di IMF, Indonesia memiliki hak voting sebesar 0,86%. Beberapa negara dengan hak voting besar antara lain Kanada (2,57%), China (3,82%), Prancis (4,30%), Jerman (5,83%), India (2,35%), Italia (3,17%), Jepang (6,25%), Korea (1,37%), Meksiko (1,47%), Belanda (2,08%), Federasi Rusia (2,40%), Arab Saudi (2,81%), Spanyol (1,63%), Swiss (1,41%), Inggris (4,30%), AS (16,80%), Brasil (1,72%).

Sementara Jepang yang juga memiliki hak voting cukup besar menyerukan agar pemilihan pemimpin IMF baru dilaksanakan dengan terbuka, transparan dan berdasarkan kemampuan.

"Saya yakin orang yang tepat akan terpilih melalui proses tersebut," ujar Menteri Keuangan Jepang, Yoshihiko Noda seperti dikutip dari AFP, tanpa merinci siapa calon yang tepat untuk bos IMF tersebut.

Seperti diketahui, Dominique Strauss-Kahn telah mengundurkan diri dari jabatannya setelah tersandung kasus percobaan perkosaan. IMF dalam pernyataannya mengatakan dalam waktu dekat Dewan Eksekutif akan berkomunikasi untuk segera memroses Managing Director baru. Saat ini, Deputi Managing Director IMF, John Lipsky sudah bertindak sebagai pejabat sementara Managing Director. Namun Lipsky akan segera pensiun pada 31 Agustus.

Strauss-Kahn yang telah menjabat sebagai Direktur IMF sejak tahun 2007 pada Minggu, 15 Mei lalu dicokok polisi AS ketika berada di bandara John F. Kennedy sesaat sebelum bertolak ke Prancis. Strauss-Kahn ditangkap setelah ada laporan serangan seksual kepada seorang pelayan wanita, Sofitel New York berusia 32 tahun. Strauss-Kahn berada di kamar hotel bertarif US$ 3.000 per malam itu untuk urusan bisnis.

Menurut kepolisian, Strauss-Kahn melakukan penyerangan secara seksual dan percobaan perkosaan terhadap pelayan wanita itu pada siang hari. Strauss-Kahn kini meringkuk di penjara Rikers Island, setelah pembayaran jaminannya ditolak. Pengacara Strauss-Kahn membantah tudingan tersebut, dengan mengatakan Strauss-Kahn sudah check-out dari hotel ketika serangan seksual atas pelayan itu terjadi.

Kasus yang menimpa Strauss-Kahn tersebut sempat membuat pasar finansial goyah karena khawatir krisis yang terjadi di IMF itu bisa mempengaruhi proses penanganan utang di Uni Eropa. Seperti diketahui, IMF telah berperan aktif dalam penanganan utang di 3 negara Eropa yakni Yunani, Irlandia dan Portugal. Pada Senin, 16 Mei setelah kasus tersebut mencuat, nilai tukar euro sempat merosot dan berimbas pula pada turunnya harga minyak mentah dunia.
(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads