"Kalau bisa sih dalam waktu tiga bulan dari sekarang, sesuai dengan proses yang sedang berjalan. Saya berharap bisa segera, kalau lebih cepat lebih baik. Kita berharap akan dapat klarifikasi lebih cepat sesuai dengan proses," ujar Sandiaga.
"Kita harapkan segera, kalau Juni paling cepat lah," tambah Sandiaga yang ditemui detikFinance di Pacific Place, Jakarta, Kamis (19/5/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mandala Airlines telah berhenti beroperasi sejak 13 Januari 2011 setelah kekurangan dana operasional dan menumpuknya utang hingga mencapai Rp 2,4 triliun. Jumlah utang Mandala Airlines mencapai Rp 2,45 triliun kepada kreditur konkuren yang jumlahnya ratusan, dan utang ke kreditur separatis yaitu Bank Victoria Rp 54,14 miliar.
Berhentinya operasional Mandala sempat mengejutkan karena sebelumnya maskapai ini sempat mencuatkan berbagai rencana ambisius. Berbulan-bulan Mandala harus melakukan negosiasi restrukturisasi utang dengan para krediturnya, termasuk pada pemegang tiket yang meminta refund. Pada Maret lalu, restrukturisasi utang sudah tercapai dan Mandala siap menggaet investor baru.
Sebelumnya untuk menghindari likuidasi, secara garis besar Mandala mengajukan rencana perdamaian yang mencakup ketiga hal berikut:
Masuknya investor baru untuk menyuntikkan modal bagi perusahaan.
Pengajuan konversi sebagian besar utang kreditur konkuren menjadi saham.
Masuknya pengelola baru untuk memulai kembali operasi perusahaan.
(hen/qom)











































