Surat Utang Masih Jadi Andalan Tambal Defisit 2012

Surat Utang Masih Jadi Andalan Tambal Defisit 2012

- detikFinance
Jumat, 20 Mei 2011 14:44 WIB
Surat Utang Masih Jadi Andalan Tambal Defisit 2012
Jakarta - Surat Utang masih akan menjadi andalan sebagai sumber pembiayaan utama defisit APBN tahun 2012. Defisit anggaran negara tahun depan diperkirakan berada dikisaran 1,4 sampai 1,6%

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (20/5/2011).

"Nggak mengurangi (utang). Surat utang masih akan menjadi salah satu sumber pembiayaan yang terbesar untuk pembiayaan defisit APBN yang diperkirakan 1,4-1,6%," kata Agus saat ditanya soal kemungkinan mengurangi tambahan utang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, lanjut Agus Marto, pembiayaan defisit juga akan bersumber dari pinjaman luar negeri."Tetapi pinjaman luar negeri juga akan menjadi alternatif," jelasnya.

Dalam penerbitannya nanti, Agus Marto menyatakan pihaknya akan selalu mempertimbangkan fluktuasi tingkat bunga, valas, likuiditas, dan outlook jangka menengah. "Karena kita keluarkan bond 10 tahun, jadi harus meyakinkan waktu, kondisi, exchange rate, tingkat bunga, dan likuditasnya dengan baik," jelasnya.

Namun mengenai komposisi surat utang, Agus Marto menyatakan masih dalam pembahasan."Adapun komposisinya, apakah itu SUN, sukuk, atau yang lainnya kita akan bicarakan," ujarnya.

Mengenai kepemilikan asing dalam surat utang, Agus Marto mengakui masih tinggi, sekitar 30%. Namun, Agus Marto tidak memberikan batasan jumlah paling aman dari kepemilikan asing tersebut.

"Sebetulnya angka di kisaran 30% sudah cukup tinggi dan kita masih akan mempelajari, tapi yang utama kita tahu fundamental ekonomi Indonesia baik dan rasio debt to GDP cukup rendah. Jadi, itu yang menjadi konsideran. Tapi kita perhatikan kepemilikan asing yang cukup tinggi. Kita nggak kasih indikatif keluar, tapi kita menjaga supaya faktor-faktor pengelolaan dengan hati-hati itu selalu terjaga," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Agus Marto, pemerintah tetap mempersiapkan diri adanya sudden reversal. "Kita sudah antisipasi nanti policy quantitative easing dari negara besar akan berkurang di 2012. Oleh karena itu kita antisipasi capital flow akan ada koreksi. Untuk itu, secara umum kita mempersiapkan diri," pungkasnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads