Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta pemerintah sama-sama menjaga agar dana subsidi ini jatuh ke orang yang membutuhkan. Subsidi Rp 200 triliun lebih ini adalah untuk pangan dan energi.
"Saya bisa sampaikan, misalkan kemarin saja saya dapat laporan dari Dirjen Bea dan Cukai ada tiga kapal yang menyelundupkan BBM bersubsidi ke luar negeri. Bayangkan kita hidup mensubsidi nggak tahunya ada penyelundupan dibawa ke luar negeri karena negara-negara tetangga kita BBM-nya jauh lebih mahal dibandingkan kita," tutur Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang di tahun 2010 sudah Rp 57 triliun untuk subsidi listrik.jadi bayangkan kalau Rp 57 triliun itu dipakai untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang kondisinya rusak atau kita memperbaiki puskesmas-puskesmas. Atau memperbaiki sarana dan prasarana di pedesaan yang jalannya sudah rusak," kata Agus.
Agus memprediksi tahun depan dana subsidi listrik bakal naik dari Rp 57 triliun karena naiknya harga BBM.
"Jadi kita perlu ada kesepakatan untuk bisa mengkonversi subsidi listrik itu dari subsidi umum menjadi subsidi yang terarah. Semata-mata untuk kepentingan masyarakat luas," jelas Agus.
"Kami ingin menyampaikan mari kita kelola subsidi secara lebih baik karena subsidi tahun 2011 dan di tahun 2012 itu ada di kisaran di atas Rp 200 triliun. Dan Rp 200 triliun itu angka yang besar sekali. Jadi kita musti jaga itu," tukas Agus.
(dnl/qom)










































