Kandidat kedua yang mendapat dukungan terkuat saat ini adalah Menteri Keuangan Meksiko, Agustin Carsten. Nama Carsten mencuat di tengah suara-suara yang meminta adanya reformasi dalam penunjukkan posisi tertinggi di IMF.
Wakil Eropa sudah memimpin IMF sejak pembentukannya pada 1945, dan selama ini selalu dijabat oleh pria. Jika terpilih, Lagarde akan menjadi Direktur Pelaksana IMF wanita pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan juga, banyak negara yang mendukung dia (Lagarde)," ujar Gueant dalam wawancaranya dengan radio, Europe 1, seperti dikutip dari AFP, SEnin (23/5/2011),
Jerman dan Inggris sejauh ini telah memberikan sinyal untuk mendukung pencalonan Lagarde, karena dinilai memiliki pengalaman saat menangani krisis di kawasan Eropa, yang juga menjadi fokus IMF saat ini.
Di Meksiko, pihak kementerian juga menyatakan Carsten dinilai sebagai orang yang tepat untuk memimpin IMF karena memiliki kemampuan dan kualifikasi yang dibutuhkan lembaga keuangan global ini.
Carsten juga pernah menjabat sebagai Managing Director IMF sebelum bergabung dengan kabinet pemerintahan presiden Felipe Calderon pada 2006. Ia memimpin Bank Sentral sejak Januari 2010.
Kementerian Australia dan Afrika Selatan pada Minggu kemarin juga menyerukan soal tradisi kepemimpinan IMF oleh wakil Eropa sebagai hal yang kadaluarsa. Mereka meminta negara-negara G20 menghormati perjanjian yang dibuat 2 tahun lalu untuk melalukan seleksi secara terbuka.
Lagarde, wanita kelahiran 1 Januari 1956 dikenal sebagai pejabat yang mumpuni menangani perekonomian Prancis yang diintai krisis dari Uni Eropa. Majalah Financial Times pernah menobatkan Lagarde sebagai menteri keuangan terbaik di Uni Eropa, sementara Forbes memasukkan wanita berambut pendek tersebut dalam jajaran salah satu wanita paling berpengaruh di dunia. Namun Lagarde kemungkinan mendapatkan batu sandungan karena ternoda oleh skandal yang melibatkan pebisnis Bernard Tapie.
Seperti diketahui, Dominique Strauss-Kahn telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Managing Director IMF karena tersangkut kasus percobaan perkosaan atas seorang pelayan hotel wanita Sofitel New York. Pada Kamis, 19 Mei, Strauss-Kahn akhirnya mengundurkan diri meski bersumpah dirinya tidak bersalah. Strauss-Kahn yang sudah memimpin IMF sejak tahun 2007, digantikan sementara oleh John Lipsky yang sebelumnya merupakan Deputi I Managing Director IMF.
(qom/dnl)











































