Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony kepada detikFinance, Selasa (24/5/2011).
"Penurunan jumlah penumpang terjadi antara 20 sampai 40%," kata Jhony menjawab jumlah penurunan penumpang pasca kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan meningkatkan pelayanan yang tentunya berhubungan erat dengan proses restrukturisasi Merpati yang sedang berjalan," tambah Jhony.
Kemarin, Kementerian Perhubungan menyatakan pesawat MA-60 milik Merpati lolos dari audit keselamatan dan bisa terus beroperasi. Ini membuat Merpati cukup lega, dan tinggal berusaha mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Seperti diketahui, Merpati memiliki 15 pesawat tipe M-60 buatan Xi'an Aircraft Industry China bernilai US$ 161 juta. Merpati mendapatkan pesawat ini dari Kementerian Keuangan hasil pinjaman dari Bank Of China.
Pesawat berkapasitas 56 penumpang ini dihargai sekitar US$ 11 juta per unit. Saat ini ada 189 pesawat jenis M-60 produksi Xi'an Aircraft Industry yang digunakan di dunia. Ada 10 negara di dunia yang menggunakan pesawat buatan China ini.
(dnl/qom)










































