Salah satu penjual bahan bangunan di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Saiful mengungkapkan, pembayaran semen saat ini tidak lagi dibayarkan dengan cara tempo (berjangka), tapi dengan tunai.
"Mereka (agen bahan bangunan) pikir semen barang laku, paling sering keluar. Misalnya tanggal 1 barang datang, besok bayar. Itu sudah hitungan cash," katanya ketika ditemui detikFinance di tokonya, Rabu (25/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulan ini mulai cash. Jadi duitnya buat produksi lagi," ujarnya.
Saiful menambahkan, cara pembayaran ini juga didasari semakin ketatnya peraturan dari pabrik semen yang hanya membolehkan 1-2 agen saja yang menjual semen produksinya di setiap daerah.
"Kalau sekarang agennya cuma sedikit, hanya 1-2 di daerah. Dari pabriknya diperketat," ungkapnya.
Saiful menjelaskan, penjualan bahan bangunan saat ini sedang turun, jadi harga yang ada di pasaran pun tidak banyak berubah. Hal ini disebabkan banyak orang yang mempersiapkan liburan dan tahun ajaran baru untuk anak sekolah.
"Saat ini pasaran lagi turun karena pengaruh ke anak kuliah sama anak sekolah itu," tuturnya.
Saiful pun tidak mengetahui akan adanya kenaikan atau penurunan harga untuk bahan bangunan. Dirinya mengaku hanya menjual mengikuti harga yang ditetapkan oleh agen penjual.
"Setiap barang naik kita tidak diberi kejelasan. Kalau mau (dijelaskan) syukur, tidak, ya sudah," pungkasnya.
Berikut ini beberapa harga bahan bangunan:
- Batu bata Rp 450 per biji, harga ini masih sama seperti bulan April 2011
- Semen berada di kisaran Rp 50.000-55.000 per sak 50 kg tergatung merek.
- Cat Rp 78.000-80.000 per galon 5 kg tergantung merek.
(ade/ang)











































