Penumpukan Kontainer Jalur Merah di Priok Mulai Terurai

Penumpukan Kontainer Jalur Merah di Priok Mulai Terurai

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2011 17:14 WIB
Penumpukan Kontainer Jalur Merah di Priok Mulai Terurai
Jakarta -

Penumpukan ratusan kontainer di tempat pemeriksaan fisik peti kemas jalur merah (risiko tinggi) atau behandle di PT Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) Tanjung Priok mulai terurai. Hingga sore ini dari sedikitnya 842 kontainer, kurang lebih 80 kontainer telah terelokasi.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen Gabungan Importir Nasional Indonesia (Ginsi) Achmad Ridwan Tento kepada detikFinance, Rabu (24/5/2011).

"Sudah bisa dilaksanakan lagi, mulai tadi jam 2 (14.00 WIB). Kalau tidak salah ada 80 kontainer sudah diperiksa, kalau proses di bea cukai sudah selesai maka sudah bisa keluar," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ridwan mengaku kepastian ini dapat setelah ia melakukan pertemuan dengan Dirut JICT Helman Sembiring pada siang tadi. Pada pertemuan itu pihak JICT telah melakukan proses relokasi kontainer yang sempat tertahan.

Namun sayangnya Ridwan tidak menjelaskan apa penyebab terjadinya penumpukan kontainer jalur merah selama berhari-hari di JICT. Menurutnya soal persoalan tertahannya kontainer para anggotanya adalah urusan rumah tangga dari JICT.

"Kita tadi hanya menanyakan behandle, mereka bilang mulai dilakukan. Soal kenapa-kenapanya tanya ke JICT. Bagi kami yang penting diperiksa dan arus kontainer berjalan lancar. Kami sendiri tidak faham," katanya.

Seperti diketahui sejak 20 Mei 2011 kegiatan pemeriksaan fisik peti kemas jalur merah atau behandle di PT Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) Tanjung Priok yang dikelola PT Graha Segara terhambat. Sebanyak 842 kontainer sempat tertahan di tempat penampungan sementara (TPS).

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads