Demikian disampaikan Direktur Utama PT Modern Putra Indonesia Hendri Honoris di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Rabu (25/5/2011).
"Kami tidak melihat sebagai ancaman terhadap kelontong. Produk kami berbeda, kami menjual Slurpee, Big Bite, Hotdog " katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami beda dengan mini market lain. Kami bukan jual sembago. Banyak jual siap saji. Keberadaan kami tidak menjadi ancaman pasar tradisional. Kami konsisten terhadap itu," tuturnya.
Saat ini perseroan juga bekerja sama dengan 58 pengusaha kecil dan usaha kecil menengah (UKM) dalam memasok barang-barang seperti, bento, roti dan lain-lain. Jumlah UKM dengan seiring waktu akan bertambah, seraya semakin berkembang outlet-outlet 7-Eleven di Jabodetabek.
"Kami kerjakan UKM untuk penyaluran barang-barang," tambahnya.
Perseroan juga melanjutkan pengembangan 7-Eleven dan mengkonversi bisnis ritel Fuji Film yang semakin menurun. Kini bisnis digital foto akan dikonsolidasikan dalam pendapatan 7-Eleven.
"Kami telah lama menjalankan bisnis Fuji Film dengan jumlah 1.200. Dimana 1.100 diantaranya adalah UKM, atau dioperasi oleh pihak ketiga. Kami pun sadar kalau mau berkembang, harus ajak pengusaha, termasuk untuk 7-Eleven," tambahnya.
Dari total 31 outlet 7-Eleven yang dimiliki saat ini, 4 outlet merupakan hasil konversi dari bisnis ritel Fuji Film.
(wep/hen)











































