"Sekarang bukan karena kurang dana, tapi kurang beras untuk dibeli, uangnya kelebihan, berasnya kurang," kata Mustafa di kantornya, Kamis (26/5/2011)
Mustafa mengakui pada tahun lalu serapan beras Bulog tak mencapai target karena selain produksi harga beras petani begitu tinggi hingga diatas harga pembelian pemerintah (HPP). Namun dengan adanya Inpres No 8/2011 mengenai kebijakan pengamanan cadangan beras, Bulog lebih fleksibel dalam menyerap beras petani di harga berapa pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga menurut Mustafa saat ini Bulog sudah bisa lakukan pengadaaan beras lebih longgar dari sebelumnya. Meski dalam prakteknya tidak mudah karena terkait dengan kemampuan produksi beras petani.
"Tapi itu lihat, tidak mudah di lapangan termasuk produksi beras yang tidak sebanyak 2 tahun sebelumnya," katanya.
Menurutnya soal ketahanan pangan dan stabilisasi pangan khususnya beras sangat tergantung dengan kendali di dalam negeri.
Β
"Saya pernah pimpin Bulog langsung dengan pangan khususnya beras, sepenuhnya kita kendalikan, waktu saya (masuk) Bulog 1,3 juta ton impor beras, satu tahun saya kencangkan langsung zero impor, tahun kedua belajar ekspor. apa artinya? kendali pada kita sepenuhnya," tegas Mustafa.
Seperti diketahui pada tahun ini Bulog ditargetkan pemerintah menyerap beras sebesar 3,5 juta ton. Hingga 4 bulan pertama pemerintah telah memberikan setengah dana subsidi dimuka pada Maret-April. Pada bulan tersebut Bulog dapat menerima Rp 7,5 triliun dari total Rp 15 triliun anggaran pemerintah.
(nrs/hen)











































