Dapat Fleksibilitas, Bulog Masih Sulit Serap Beras Petani

Dapat Fleksibilitas, Bulog Masih Sulit Serap Beras Petani

- detikFinance
Kamis, 26 Mei 2011 11:56 WIB
Dapat Fleksibilitas, Bulog Masih Sulit Serap Beras Petani
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar menegaskan saat ini alokasi dana pengadaan beras oleh Perum Bulog tak mengalami kendala. Harga berapapun pemerintah siap menyerap beras petani namun yang menjadi masalah justru suplai beras petani masih kurang dari yang diharapkan.

"Sekarang bukan karena kurang dana, tapi kurang beras untuk dibeli, uangnya kelebihan, berasnya kurang," kata Mustafa di kantornya, Kamis (26/5/2011)

Mustafa mengakui pada tahun lalu serapan beras Bulog tak mencapai target karena selain produksi harga beras petani begitu tinggi hingga diatas harga pembelian pemerintah (HPP). Namun dengan adanya Inpres No 8/2011 mengenai kebijakan pengamanan cadangan beras, Bulog lebih fleksibel dalam menyerap beras petani di harga berapa pun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi (sekarang) walaupun harga lebih tinggi dari HPP dibolehkan asal ada referensi yang kuat bahwa harga itu bisa masuk. Jadi bukan karena dana tapi karena persediaan berasnya," katanya.

Sehingga menurut Mustafa saat ini Bulog sudah bisa lakukan pengadaaan beras lebih longgar dari sebelumnya. Meski dalam prakteknya tidak mudah karena terkait dengan kemampuan produksi beras petani.

"Tapi itu lihat, tidak mudah di lapangan termasuk produksi beras yang tidak sebanyak 2 tahun sebelumnya," katanya.

Menurutnya soal ketahanan pangan dan stabilisasi pangan khususnya beras sangat tergantung dengan kendali di dalam negeri.
Β 
"Saya pernah pimpin Bulog langsung dengan pangan khususnya beras, sepenuhnya kita kendalikan, waktu saya (masuk) Bulog 1,3 juta ton impor beras, satu tahun saya kencangkan langsung zero impor, tahun kedua belajar ekspor. apa artinya? kendali pada kita sepenuhnya," tegas Mustafa.

Seperti diketahui pada tahun ini Bulog ditargetkan pemerintah menyerap beras sebesar 3,5 juta ton. Hingga 4 bulan pertama pemerintah telah memberikan setengah dana subsidi dimuka pada Maret-April. Pada bulan tersebut Bulog dapat menerima Rp 7,5 triliun dari total Rp 15 triliun anggaran pemerintah.
(nrs/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads