Target Musim Tanam Padi Pertama Meleset

Target Musim Tanam Padi Pertama Meleset

Irwan Nugroho - detikFinance
Kamis, 26 Mei 2011 16:20 WIB
Target Musim Tanam Padi Pertama Meleset
Jakarta -

Pemerintah mewanti-wanti risiko terjadinya penurunan produksi pertanian (padi) pada musim tanam kedua Mei-September 2011. Pada musim tanam pertama Oktober-Maret lalu sempat terjadi penurunan produksi karena masalah iklim yang indikasinya asalah turunnya serapan pupuk oleh petani.

"Dan ini harus kita usahakan, dan kita tanggulangi jangan sampai terjadi lagi di musim tanam yang kedua. Kemudian, permasalahan yang lain adalah antisipasi kita menghadapi iklim untuk 2011," kata Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (26/5/2011).

Hari ini dilakukan rapat koordinasi yang dipimpin Wapres Boediono untuk memastikan musim tanam kedua bisa sesuai dengan target. Rapat itu mengundang beberapa gubernur dan bupati yang menjadi sentra produksi utama komoditas padi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bayu berdasarkan pemaparan dari BMKG, kondisi iklim pada musim tanam kedua akan normal atau dengan kemungkinan bisa sedikit kering. Maka dengan demikian para petani ada kesempatan untuk melakukan pengeringan dengan lebih baik.

"Jadi dengan semua itu diperkirakan, produksi yang telah direncanakan itu bisa tercapai dengan kira-kira pertumbuhan untuk tahun 2011 itu mencapai 4-4,5% dengan target mudah-mudahan yang kita usahakan bisa dicapai adalah 70,6 juta ton gabah kering giling (setara 39,5 juta ton beras)," katanya.

Menurut Bayu berdasarkan hasil catatan pada musim tanam pertama terjadi luas tanam yang lebih rendah daripada yang diperkirakan. Luas tanam, sampai April 2011 hanya 97% dari target. Pemerintah bertekad akan mengejar kekurangan pada musim tanam pertama di musim tanam kedua.

"Kedua adalah pola tanam yang berubah karena bulan yang mundur di beberapa tempat, menyebabkan juga permasalahan pasokan pupuk tidak match sehingga akhirnya tidak digunakan. Yang besar di bawah sasaran adalah penyerapan pupuk adalah NPK dan organik, itu masih sangat perlu kita dorong untuk kita tingkatkan," katanya.

Pada musim tanam pertama ditargetkan produktivitasnya sekitar 5,5 ton per hektar, namun yang tercapai hanya sekitar 5,2 sampai 5,3 ton per hektar. Jika ini berlanjut akan sangat mengkhawatirkan akan akan berimplikasi pada total produksi pada tahun ini sehingga pada musim kedua harus ditingkatkan.

"Untuk musim tanam kedua, produksi kita harus mencapai sekitar 20 juta ton gabah kering giling (11,2 juta ton beras)," katanya.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads