"Ini bukan salahnya truk itu. Salahnya kita nggak pernah bangun jalan selama 10 tahun terakhir ini," kata Sofjan di sela-sela acara peluncuran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di JCC, Jakarta, Jumat (27/5/2011).
Secara prinsip kedepannya ia memahami adanya upaya pembatasan jam-jam tertentu bagi truk yang melintasi dalam kota. Meskipun Sofjan mendesak upaya kompromi harus tetap dikedepankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Sofjan akar dari masalah ini karena pemerintah sangat minim membangun jalan. Menurunya pemerintah mau tak mau harus segera menambah infrastruktur membangun jalan-jalan baru.
"Solusinya adalah you harus bangun jalan lebih banyak, bukan solusi truk nggak boleh, besok mobil nggak boleh, sepeda motor nggak boleh, jalan kaki semua kita," katanya.
Berdasarkan keputusan rapat bersama kementerian koordinator bidang perekonomian akhirnya membatalkan pemberlakuan pembatasan lajur truk angkutan barang di tol dalam kota.
Keputusan ini merupakan hasil rapat yang dilakukan pada hari ini tanggal 27 Mei 2011 yang dihadiri oleh Kementerian Perhubungan, Organda dan kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Pelindo II.
Sebelumnya Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama instansi terkait bersepakat untuk memperpanjang pembatasan jam operasional truk di tol dalam kota. Hal ini dinilai sukses selama Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Asean (KTT Asean) pada 4-9 Mei lalu. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Royke Lumowa mengatakan, operasional truk akan diperpanjang lagi selama satu bulan ke depan mulai 10 Mei 2011.
(ade/hen)











































