Menurut Kepala BPS Rusman Heriawan kenaikan harga Pertamax dan harga emas perhiasan berpotensi memberikan sumbangan inflasi, tetapi tidak signfikan mengingat porsi kedua komoditas tersebut sangat kecil dalam perhitungan inflasi.
"Yang perlu kita lihat mungkin ada sedikit dari Pertamax memang sudah ada naik kan. Tapi karena bobotnya kecil sekali apalagi sekarang migrasi lagi kan jadi gak terlalu keras juga di dalam perhitungan inflasi kita, kemudian perhiasan juga kurang termasuk tapi masih cukup tinggi," ujarnya saat ditemui di JCC, Jumat (27/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai minggu terakhir ini beras mulai agak naik sedikit tapi tidak signifikan, itu beras dan gula, itu untuk bahan pokok, kalau yang lain masih konsisten turun terus. Bulan Mei akan ada sumbangan inflasi dari beras dan gula pasir," ujar Rusman.
Ia juga mengatakan selain ada potensi inflasi juga ada peluang terjadi lagi deflasi, meskipun tidak akan lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal tersebut ditopang harga pangan lainnya yang cenderung turun.
"Kesimpulan akhirnya, potensi deflasi masih sangat besar walaupun mungkin lebih kecil potensinya dibanding bulan lalu, tapi potensinya ada. Cabe merah saja harganya terjun bebas. Yang jelaskan kalau kemarin 0,31 persen sebelumnnya 0,32 persen kalau sekarang kan di bawah itu, tapi saya belum bisa pastikan karena belum saya hitung," pungkasnya.
(nia/hen)











































