RI Harus Lobi Australia Soal Tudingan Kekerasan Sapi

RI Harus Lobi Australia Soal Tudingan Kekerasan Sapi

- detikFinance
Senin, 30 Mei 2011 18:19 WIB
RI Harus Lobi Australia Soal Tudingan Kekerasan Sapi
Jakarta - Pemerintah Indonesia harus melakukan lobi kepada pemerintah Australia mengenai tudingan kekerasan sapi terkait kesejahteraan hewan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Tanah Air. Pasalnya, gerakan LSM pecinta hewan di Australia cukup memiliki posisi tawar kuat kepada pemerintahnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring mengatakan otoritas eksportir ternak hidup Australia, LiveCorp memang cukup didengarkan oleh pemerintah Australia. Bahkan LiveCorp pernah menggagalkan pengiriman domba-domba Australia ke Mesir terkait kasus serupa.

"Ini sangat tergantung lobi pemerintah Indonesia ke Australia," kata Thomas kepada detikFinance, Senin (30/5/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan pengawasan terhadap rantai tata niaga impor sapi hidup di Indonesia sering kali mulai mengendur di tingkat para rumah potong hewan skala kecil. Umumnya RPH skala besar sudah menerapkan proses pemotongan hewan dengan kaidah kesejahteraan hewan yang cukup baik.

"Biasanya dari feedlot ke pedagang besar lalu ke pedagang (kecil) bahwa mungkin mereka motong sapi dengan banting-banting saja," katanya.

Thomas menuturkan adanya upaya gerakan penghentian pengiriman sapi Australia ke Indonesia terkait tudingan kekerasan pada hewan sudah kerap terjadi. Ia pun membantah kalau masalah ini menyangkut isu perang dagang.

Meskipun ia tidak menutup kemungkinan kompetisi perdagangan di dalam negeri antara importir sapi hidup dengan sapi beku bisa saja terjadi. Namun persaingan itu dalam konteks normal saja dalam batas yang wajar.

"Yang namanya dagang cari sumber lebih murah, antar importir daging saja saling bersaing," katanya.

Seperti diketahui otoritas eksportir ternak hidup Australia, LiveCorp mengaku telah memberitahukan kepada otoritas industri Indonesia untuk penghentian suplai sapi ternak Australia ke 3 tempat pemotongan hewan di Indonesia.
"Kekejaman terhadap binatang-binatang Australia jelas tidak bisa diterima," ujar chief executive LiveCorp, Cameron Hall dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP.

"Strategi keselamatan hewan-hewan kami difokuskan untuk menjamin sapi ternak kami hanya disuplai ke fasilitas-fasilitas di mana rantai suplai memenuhi standard keselamatan hewan global," tambahnya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads