Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring mengatakan otoritas eksportir ternak hidup Australia, LiveCorp memang cukup didengarkan oleh pemerintah Australia. Bahkan LiveCorp pernah menggagalkan pengiriman domba-domba Australia ke Mesir terkait kasus serupa.
"Ini sangat tergantung lobi pemerintah Indonesia ke Australia," kata Thomas kepada detikFinance, Senin (30/5/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya dari feedlot ke pedagang besar lalu ke pedagang (kecil) bahwa mungkin mereka motong sapi dengan banting-banting saja," katanya.
Thomas menuturkan adanya upaya gerakan penghentian pengiriman sapi Australia ke Indonesia terkait tudingan kekerasan pada hewan sudah kerap terjadi. Ia pun membantah kalau masalah ini menyangkut isu perang dagang.
Meskipun ia tidak menutup kemungkinan kompetisi perdagangan di dalam negeri antara importir sapi hidup dengan sapi beku bisa saja terjadi. Namun persaingan itu dalam konteks normal saja dalam batas yang wajar.
"Yang namanya dagang cari sumber lebih murah, antar importir daging saja saling bersaing," katanya.
Seperti diketahui otoritas eksportir ternak hidup Australia, LiveCorp mengaku telah memberitahukan kepada otoritas industri Indonesia untuk penghentian suplai sapi ternak Australia ke 3 tempat pemotongan hewan di Indonesia.
"Kekejaman terhadap binatang-binatang Australia jelas tidak bisa diterima," ujar chief executive LiveCorp, Cameron Hall dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP.
"Strategi keselamatan hewan-hewan kami difokuskan untuk menjamin sapi ternak kami hanya disuplai ke fasilitas-fasilitas di mana rantai suplai memenuhi standard keselamatan hewan global," tambahnya.
(hen/dnl)











































