Australia Bakal Rugi Jika Hentikan Ekspor Sapi ke RI

Australia Bakal Rugi Jika Hentikan Ekspor Sapi ke RI

- detikFinance
Selasa, 31 Mei 2011 12:11 WIB
Australia Bakal Rugi Jika Hentikan Ekspor Sapi ke RI
Jakarta - Ancaman penghentian ekspor sapi dari Australia ke Indonesia oleh pelaku asosiasi ekspor sapi maupun LSM pecinta hewan justru akan merugikan Australia. Selama ini 80% pangsa pasar ekspor sapi Australia adalah Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (National Meat Processor Association/Nampa) Haniwar Syarif kepada detikFinance, Selasa (31/5/2011).

"Saya nggak yakin mereka akan menghentikan, yang rugi eksportir sapi Australia. Mereka masih bertempur di dalam mereka sendiri. Ekspor sapi mereka 80% ke Indonesia, sisanya 20% ke tujuh negara itu pun kecil-kecil," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengilustrasikan setiap tahunnya ekspor sapi Australia ke Indonesia pernah mencapai 900.000 ekor. Khusus tahun ini memang diturunkan kuotanya hanya 600.000 ekor namun itu pun sudah sangat besar.

"Bagi mereka akan menjadi simalakama terutama untuk peternak, saya nggak lihat mereka akan menghentikan," katanya.

Menurutnya jika memang sampai ada pengurangan pengiriman sapi dari Australia justru efek positifnya harga sapi lokal akan semakin tinggi. Meski konsumen maupun industri pengguna daging sapi akan terkena imbasnya.

"Anggota Nampa kebutuhan dagingnya 80% merupakan daging impor, dari sapi hidup kecil sekali. Kebutuhan daging kita 1.200-1.300 ton per bulan
kontribusi sapi dari Australia tak signifikan hanya 20%," katanya.
 
Haniwar menambahkan adanya isu kekerasan sapi Australia di Indonesia justru bisa memberikan hikmah bagi para pelaku usaha Rumah Potong Hewan (RPH) di Indonesia untuk memperbaiki diri. Ia mengaku tak menutup diri masih ada saja RPH yang memang memperlakukan sapi tak sesuai kaidah kesejahteraan hewan dan kondisi tempat pemotongan yang tak bersih.

"Saya kira ada benarnya, apakah itu mewakili Indonesia? Tren mereka kesejahteraan hewan tinggi, kalau boleh dianggap masukan boleh juga kita perbaiki," katanya.

Belakangan ini ramai isu munculnya tayangan soal sapi-sapi Australia menderita di Indonesia. Saat dipotong, sapi-sapi tersebut ada matanya yang dicungkil, kukunya dicopot dan pemotongan lehernya dilakukan secara brutal di empat tempat pemotongan hewan di Indonesia.

Setelah melihat tayangan tersebut, otoritas eksportir ternak hidup Australia, LiveCorp mengaku telah memberitahukan kepada otoritas industri Indonesia untuk penghentian suplai sapi ternak Australia ke tiga tempat pemotongan hewan itu.

"Kekejaman terhadap binatang-binatang Australia jelas tidak bisa diterima," ujar chief executive LiveCorp Cameron Hall.
(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads