Ancaman pemerintah Australia menghentikan ekspor sapi ke Indonesia akan berimbas pada permintaan sapi lokal. Permintaan sapi lokal akan terus naik sementara suplai terbatas yang akan memicu kenaikan harga sapi lokal.
"Dugaan kita akan naik (harga) karena suplai berkurang, kecepatan pengurasan (sapi lokal) akan tinggi, sementara kecepatan produksi rendah," kata Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Rochadi Tawaf kepada detikFinance, Selasa (31/5/2011).
Ia mengatakan, saat ini data mengenai jumlah populasi sapi di Indonesia sangat kacau, sehingga jika ada penghentian ekspor sapi maka persedian sapi lokal belum jelas. Berdasarkan data PPSKI jumlah sapi di seluruh Indonesia mencapai 8 juta ekor sementara jumlah kerbau sebanyak 4 juta ekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai besok 1 Juni 2011, rencananya Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus sapi untuk pertama kalinya. Kasus rencana penghentian ekspor sapi dari Australia menjadi waktu yang tepat bagi Indonesia untuk memastikan kemampuan pasokan sapi dalam negeri dalam rangka swasembada.
Menurut Rochadi posisi Australia sebagai penyuplai sapi hidup ke Indonesia sangat signifikan karena dekat dan biaya transportasi murah. Sementara sapi Selandia Baru relatif mahal dengan biaya transportasi yang tinggi, apalagi Brasil yang sangat jauh dan terkena isu penyakit sapi.
Dikatakannya ada sisi positif jika pemerintah Australia menghentikan ekspor sapinya, yaitu pemerintah harus menyiapkan infrastruktur pengembangan produksi sapi yang baik. Melakukan pembenahan terhadap rumah potong hewan (RPH) yang belum memenuhi standar.
Rochadi meyakini kejadian saat ini sebenarnya sudah terjadi beberapa waktu lalu. Ia optimis jika memang ada penghentian tidak akan berlangsung lama karena kedua negara melakukan langkah-langkah bilateral.
"Saya yakin nggak akan berani, walaupun di sana begitu, paling ada pertemuan dengan kita. Kalau terjadi damai lagi," katanya.
Menurut data Kementerian Pertanian, populasi ternak yang ada di Indonesia jumlah sapi potong mencapai 13,6 juta ekor, kerbau 2,01 juta ekor, kambing 16,84 juta ekor, domba 10,91 juta ekor.
Indonesia tercatat terakhir mengekspor daging sapi pada 1976, dan pertama kali impor di 1990 dengan jumlah 18.000 ekor sapi. Namun setelah 20 tahun berjalan jumlah impor sapi semakin bertambah hingga 600.000 ekor. (hen/ang)










































