SBY Lelah Hadapi Gorengan Politik Soal Merpati

SBY Lelah Hadapi Gorengan Politik Soal Merpati

- detikFinance
Rabu, 01 Jun 2011 16:20 WIB
SBY Lelah Hadapi Gorengan Politik Soal Merpati
Jakarta - Presiden SBY mengaku lelah menghadapi manuver-manuver politik seputar pembelian pesawat tipe MA-60 buatan China oleh PT Merpati Nusantara Airlines. SBY pun meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit mendalam ke Merpati.

"Saya sungguh minta pimpinan BPK silakan dilakukan pemeriksaan dan audit yang mendalam, transparan supaya rakyat bisa mengikuti. Lelah kita menghadapi gorengan-gorengan politik yang sesungguhnya kita masih menunggu hasil audit atau pemeriksaan sesungguhnya," tutur SBY saat penyerahan hasil audit Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2010, di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (1/6/2011).

Dalam kesempatan tersebut, SBY meminta BPK memeriksa apakah ada penyimpangan atau korupsi dalam pengadaan 15 pesawat MA-60 buatan Xi'an Aircraft Industry tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi dikatakan Pak Hadi (Ketua BPK) mengingatkan perlunya keadilan dalam dunia ekonomi dan bisnis. Saya garis bawahi dan setuju 1.000 persen sebetulnya. Ini saya katakan pertama kalinya, pemerintah sedang melakukan review, one by one," tutur SBY.

SBY mengatakan dirinya tak akan menyalahkan kontrak pembelian pesawat China yang sudah terjadi ini. Namun tetap diperlukan penyelidikan apakah kontrak pembelian pesawat tersebut tidak logis dan menimbulkan kecurangan.

Pembelian pesawat China ini menimbulkan pro dan kontra setelah terjadi kecelakaan di Kaimana, Papua.

Merpati memiliki 15 pesawat tipe M-60 buatan Xi'an Aircraft Industry China bernilai US$ 161 juta. Merpati mendapatkan pesawat ini dari Kementerian Keuangan hasil pinjaman dari Bank Of China.

Pesawat berkapasitas 56 penumpang ini dihargai sekitar US$ 11 juta per unit. Saat ini ada 189 pesawat jenis M-60 produksi Xi'an Aircraft Industry yang digunakan di dunia. Ada 10 negara di dunia yang menggunakan pesawat buatan China ini.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads