Buah Lokal Mulai Tersingkir di Negeri Sendiri

Buah Lokal Mulai Tersingkir di Negeri Sendiri

- detikFinance
Sabtu, 04 Jun 2011 12:53 WIB
Buah Lokal Mulai Tersingkir di Negeri Sendiri
Jakarta - Di tengah ramainya serbuan buah-buah impor, buah lokal terancam tersingkir dari pasar sendiri. Masyarakat diimbau untuk tetap mengkonsumsi buah lokal guna meningkatkan taraf hidup petani.

Ketua Umum Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Said Didu mengatakan, untuk mengonsumsi buah-buahan lokal, masyarakat sebenarnya tidak terlalu melihat harga buah yang dijual. Asalkan dapat dengan mudah mendapatkan buah tersebut kapan saja dan di mana saja, masyarakat pastinya akan mengonsumsi buah-buahan lokal.

"Jadi yang penting sekarang, lupakan dulu harga yang penting sekarang kita menyiapkan buah itu kapan saja dan di mana saja," ujar Said saat ditemui di Gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (3/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Said, masyrakat Indonesia pasti akan mengonsumsi buah lokal karena memang sudah menyukai buah tersebut tanpa harus membandingkan harganya dengan buah impor.

"Jadi sebenarnya yang paling utama, kita tidak pernah membandingkan harga mangga arum manis dengan mangga Thailand, kan nggak pernah, yang penting saya suka arum manis," jelasnya.

Said mengatakan, Indonesia memiliki kelebihan dapat memproduksi buah lokal sepanjang musim. Karena itu seharusnya buah lokal dapat menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

"Saya katakan, buah lokal bisa membumi di Indonesia apabila kita bisa menyediakan kapan saja dan di mana saja dan untung saja di Indonesia sepanjang musim itu ada," tuturnya.

Untuk menyikapi hal tersebut, Said menilai harusnya pasar buah lokal dibenahi oleh pemerintah. Selain itu, pembenahan dari sistem pengangkutan dan penyimpanan buah perlu diperhatikan, ditambah lagi masalah fiskal yang menyangkut harga buah perlu dibenahi.

"Tidak perlu pembenahan produksi. Soal buah yang perlu dibenahi adalah pembenahan pasar, yang kedua pembenahan logistik dan pembenahan fiskal," pungkasnya.

(ade/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads