Kwik Kian Gie:
Tolak Penjualan Tanker Pertamina
Senin, 21 Jun 2004 13:00 WIB
Jakarta - Meneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie yang juga mantan anggota Dewan Komisaris Pusat Pertamina (DKPP) menolak penjualan kapal tanker milik Pertamina karena adanya tanker itu akan membuat Pertamina lebih efisien."Jadi waktu itu kita melihatnya lebih efisien. Saya dulu ikut setuju karena memang efisien dan saya percaya dengan Baihaki Hakim mengingat pengalamannya yang 14 tahun sebagai Dirut Caltex. Jadi keputusan DPR saat ini sangat tepat dalam menolak penjualoan mengingat keputusan direksi dan komisaris sekrang sangat rancu," tegas Kwik di sela-sela seminar tentang agenda ekonomi capres di Hotel Intercontinental Mid Plasa, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (21/6/2004).Kwik juga mengaku tidak tahu apa alasan komisaris dan direksi Pertamina yang bersikukuh ingin menjual tanker tersebut. Dirut Pertamina Arifi Nawawi dinilai Kwik tidak mengemukakan alasan yang riil dan hanya sekedar memberi gambaran. Sementara perumpaan Ariffi dalam penjualan tanker yakni lebih baik menggunakan mobil Kijang daripada Mercy dinilai Kwik sangatlah tidak pas karena ukuran yang digunakan adalah kemewahan. Padahal, lanjut Kwik, dalam urusan tanker yang menjadi urusan adalah soal volume.Oleh karena itu, lanjut Kwik, DKPP Pertamina saat masih menjadi Perum menyetujui pembelian tanker yang dilakukan Dirut lama Pertamina Baihaki Hakim mengingat volume yang mampu diangkut tanker tersebut lebih besar dibandingkan jika diangkut tanker dengan volume terbatas. Kwik mengaku merasa aneh dengan keputusan komsiaris dan direksi saat ini untuk menjual tanker itu. Padahal ketika akan dibeli perhitungan yang dilakukan sangat mendalam dan sudah disetujui DKPP dan pemerintah. Yang disayangkan setelah Meneg BUMN Laksamana Sukardi mengangkat dirinya sebagai Komisaris Pertamina, keputusan penjualan itu akhirnya dilakukan. Ramainya kasus ini dinilai Kwik muncul karena keputusan yang tiba-tiba dari direksi dan komisaris tentang penjualan tanker. "Pasalnya, keputusan itu tidak jelas. Tapi apakah ada permainan atau tidak saya tidak tahu. Yang pasti saya tidak setuju dengan penjualan tanker tersebut," tegasnya.
(qom/)











































