Hal ini disampaikan oleh Direktur Statistik Peternakan, Perikandan dan Kehutanan BPS Nyoto Widodo kepada detikFinance, Minggu (5/6/2011)
"Total anggaran Rp 203 miliar APBN 2011 dari ditjen peternakan. Untuk kegiatan lapangan Rp 195 miliar untuk BPS, untuk ditjen peternakan Rp 8 miliar. Jumlah tenaga sensus sebanyak 99.564. atau jika dibulatkan 100.000 orang, itu tenaga outsourcing," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan sensus ternak sapi dan kerbau ini berlangsung 1-30 Juni 2011. Setelah itu data yang diperoleh akan diproses selama 2 bulan. Sementara data rinci soal hasil sensus akan keluar pada akhir November 2011 yang mencakup kondisi peternakan, masalah peternakan dan termasuk mengenai data-data peternak di seluruh Indonesia.
"Pak menteri pertanian minta akhir Juli nanti atau awal Agustus hasilnya sudah ada, itu yang diumumkan angka sementara," katanya.
Ia menjelaskan sensus ternak sapi dan kerbau ini merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia. Meskipun pada tahun 1967 pernah ada upaya inventarisasi hewan namun data itu sudah terlalu lama dan tak komprehensif. Kementerian pertanian mencatat jumlah sapi tahun 2009 diperkirakan hanya 12,6 juta ekor dan kerbau dibawah 2 juta ekor dengan perkiraan rumah tangga peternak 8,5 juta rumah tangga.
(hen/wep)











































